







Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III dan Pelatihan Penyusutan Arsip bagi lingkup Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, serta instansi vertikal di Kalimantan Selatan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme aparatur sipil negara agar mampu menjawab tantangan birokrasi yang terus berkembang.
Ia berharap pelatihan menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan sekaligus memperkuat kapasitas manajerial dalam menjalankan tugas sebagai pejabat administrator.
“Saya harapkan pelatihan ini dapat menjadi momentum bagi saudara dalam meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan kompetensi teknis maupun manajerial dalam jabatan administrator. Pejabat administrator diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam perbaikan pelayanan publik pemerintah,” ujarnya.
Menurut Faried, kompetensi yang dibangun dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator adalah kompetensi sebagai pemimpin perubahan dengan konsep kepemimpinan adaptif. Seorang pemimpin dituntut mampu menyesuaikan diri terhadap dinamika lingkungan kerja, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
“Pemimpin yang adaptif merupakan tipe kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Perubahan berlangsung sangat cepat sehingga aparatur harus mampu beradaptasi dan menghadirkan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Faried menegaskan bahwa implementasi aksi perubahan yang disusun peserta selama pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi organisasi, bukan sekadar memenuhi persyaratan akademik pelatihan.
“Hal terpenting dalam pelatihan ini adalah bagaimana aksi perubahan yang dikerjakan peserta dapat direalisasikan dengan baik dan diimplementasikan di unit kerjanya masing-masing. Aksi perubahan tersebut bukan hanya menjadi syarat administrasi, tetapi menjadi bagian dari pembangunan aparatur pemerintah yang berkualitas menuju good governance,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Faried juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan arsip elektronik sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Ia menjelaskan bahwa arsip elektronik merupakan salah satu pilar utama ekosistem pemerintahan digital karena menjadi memori organisasi sekaligus alat bukti atas setiap kebijakan, tindakan, dan komunikasi pemerintahan.
“Implementasi SPBE bukan hanya sekadar digitalisasi dokumen, tetapi merupakan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, pengelolaan arsip harus dilakukan secara benar agar tetap memiliki struktur, konteks, serta terjamin autentisitasnya,” ungkapnya.
Faried berharap melalui Pelatihan Penyusutan Arsip, para peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dalam pengelolaan arsip digital sekaligus melahirkan arsiparis yang profesional.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan momentum ini untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kompetensi. Mudah-mudahan pelatihan ini akan melahirkan arsiparis yang andal, profesional, dan mampu mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang semakin modern,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Mahdiansyah, menjelaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator bertujuan membentuk kepemimpinan kinerja yang mampu mengelola pelaksanaan kegiatan secara efektif dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.
“Tujuan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator adalah membentuk kepemimpinan kinerja yang memiliki kemampuan memimpin pelaksanaan kegiatan sebagai upaya meningkatkan kinerja organisasi di unit kerja masing-masing. Kompetensi yang dibangun adalah kompetensi kepemimpinan manajemen kinerja dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan,” jelasnya.
Mahdiansyah menerangkan, Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III Tahun 2026 dilaksanakan mulai 20 Mei hingga 25 September 2026 dengan metode blended learning. Tahapan pembelajaran meliputi pembelajaran mandiri, e-learning, pembelajaran klasikal tahap pertama yang mencakup tatap muka dan studi lapangan, implementasi aksi perubahan di instansi asal peserta, hingga pembelajaran klasikal tahap kedua.
Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator berjumlah 40 orang yang berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi vertikal di Kalimantan Selatan. Rinciannya terdiri atas tujuh peserta dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, delapan peserta dari Pemerintah Kota Banjarmasin, enam peserta dari Pemerintah Kabupaten Tapin, empat peserta dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, delapan peserta dari Pemerintah Kabupaten Tabalong, empat peserta dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru, serta tiga peserta dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Ia menambahkan, kurikulum Pelatihan Kepemimpinan Administrator disusun dalam empat agenda pembelajaran, yakni Kepemimpinan Pancasila dan Nasionalisme, Kepemimpinan Pelayanan, Pengendalian Pekerjaan, serta Aktualisasi Kepemimpinan Kinerja.
Selain itu, Mahdiansyah menjelaskan bahwa Pelatihan Penyusutan Arsip Tahun 2026 dilaksanakan pada 6–13 Juli 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang yang berasal dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pelatihan Penyusutan Arsip bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai dan arsiparis dalam mengelola arsip dinamis secara tertib, efisien, dan akuntabel mulai dari penciptaan hingga penyusutan. Peserta juga dibekali kemampuan menyusun jadwal retensi arsip, daftar usul musnah, berita acara, serta dokumen penyusutan lainnya sesuai ketentuan Arsip Nasional Republik Indonesia,” pungkasnya. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










