Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah. Kesiapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dan dihadiri kepala daerah, BPBD kabupaten/kota, serta instansi terkait.
M. Farhanie mengatakan, Dinas Sosial turut mengambil peran aktif dalam penanganan karhutla, terutama dalam mendukung penanganan bencana melalui penyediaan personel, peralatan, hingga logistik bagi masyarakat terdampak.
“Kami siap mendukung penanggulangan karhutla. Dinas Sosial telah menyiagakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), peralatan, perlengkapan, hingga logistik untuk membantu apabila terjadi kondisi darurat,” ujarnya, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari BMKG, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan mulai mengalami hari tanpa hujan yang cukup panjang sehingga memicu kekeringan pada lapisan atas tanah dan meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Untuk mendukung operasi di lapangan, Dinas Sosial telah menyiapkan berbagai alat pelindung diri berupa helm pemadam, sepatu bot, sarung tangan, masker, kacamata pelindung, oksigen portabel, serta wearpack bagi petugas.
Selain itu, tersedia pula peralatan pemadaman seperti tiga unit mesin pompa portabel, enam gulung selang beserta nozzle, dua unit kompresor, serta peralatan manual berupa lima cangkul, tiga kapak, dan lima parang.
Dari sisi mobilitas, Dinas Sosial menyiapkan satu unit kendaraan Rescue Truck Unit (RTU) Komando, tiga unit RTU, tiga unit mobil tangki air, serta satu unit ambulans untuk mendukung operasional di lapangan.
Sementara itu, dukungan logistik juga telah dipersiapkan, meliputi 20 unit tenda serbaguna, 10 unit tenda dapur umum, 30 unit tenda keluarga, serta 250 unit field bed.
M. Farhanie menambahkan, kekuatan personel yang tersebar di Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan terdiri dari sekitar 1.200 anggota Tagana, 499 relawan penerima tali asih, 58 anggota Pelopor Perdamaian, serta 19 pendamping lainnya yang siap diterjunkan sesuai kebutuhan.
“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi maupun BPBD kabupaten/kota dalam menghadapi potensi karhutla. Secara internal, Dinas Sosial juga telah mengaktifkan posko siaga sejak pertengahan April dan hingga kini masih beroperasi di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan,” katanya.
Dengan kesiapan personel, peralatan, dan logistik tersebut, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan berharap dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau tahun ini. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










