




Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Review Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai upaya memperkuat tata kelola sentra IKM yang lebih efektif, berbasis data, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Miftahul Chair menegaskan bahwa sektor Industri Kecil dan Menengah memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah. Selain menjadi penyedia lapangan kerja, IKM juga menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal serta penggerak rantai pasok berbagai komoditas unggulan Kalimantan Selatan, mulai dari industri pengolahan pangan, kerajinan, olahan karet, hingga sektor-sektor lainnya.
“Pertumbuhan IKM di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren yang positif. Namun, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks, mulai dari tuntutan standarisasi produk, legalitas usaha, transformasi digital, hingga kemampuan menembus pasar nasional dan global. Karena itu, sentra IKM harus terus diperkuat agar mampu menjadi pusat pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas SDM, pembinaan mutu, akses pembiayaan, hingga pemasaran,” ujar Miftahul di Banjarmasin, Senin (20/7/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan ini memiliki dua fokus utama, yakni peningkatan kapasitas operator dan pengelola sentra dalam penggunaan aplikasi IKMA.online serta pelaksanaan review terhadap sentra IKM penerima Dana Alokasi Khusus. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah juga melakukan pemutakhiran data sentra IKM secara faktual dan terstandar, mengidentifikasi kondisi riil sarana dan prasarana, serta menyusun rekomendasi strategis sebagai dasar perencanaan program pembinaan IKM ke depan.
Menurutnya, aplikasi IKMA.online merupakan instrumen digital nasional yang menjadi fondasi penting dalam membangun kebijakan industri berbasis data. Dengan sistem tersebut, pemerintah pusat maupun daerah dapat memetakan kondisi sentra IKM secara real time, menyusun program yang lebih tepat sasaran, memantau efektivitas pembinaan, hingga menghasilkan kebijakan yang lebih akurat dan terukur.
“Data yang valid menjadi kunci keberhasilan pembinaan IKM. IKMA.online akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan sehingga setiap program yang dilaksanakan memiliki dampak nyata bagi pelaku industri,” katanya.
Selain itu, Miftahul menekankan pentingnya evaluasi terhadap sentra IKM yang telah menerima Dana Alokasi Khusus. Menurutnya, DAK merupakan instrumen pemerintah pusat untuk memperkuat struktur industri daerah melalui dukungan sarana dan prasarana, seperti pengadaan mesin produksi, revitalisasi bangunan, peralatan pengolahan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Melalui kegiatan review ini, Disperin Kalsel ingin memastikan seluruh bantuan yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal serta mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku IKM.
Ke depan, Disperin Kalsel menargetkan pembangunan sentra IKM berorientasi pada lima aspek utama, yakni penguatan basis data yang terintegrasi melalui IKMA.online, kelembagaan sentra yang profesional dan akuntabel, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan teknologi serta hilirisasi industri, dan perluasan akses pasar serta penguatan branding agar produk IKM Kalimantan Selatan mampu bersaing di tingkat nasional hingga pasar ekspor.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar evaluasi administratif, melainkan langkah strategis untuk menata ulang arah pembinaan IKM agar lebih fokus, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata terhadap pertumbuhan industri daerah.
“Kami ingin memastikan setiap sentra IKM berkembang menjadi pusat industri yang produktif, modern, dan berdaya saing. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh kabupaten dan kota, kami optimistis IKM Kalimantan Selatan akan semakin maju dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Miftahul Chair juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota yang terus berupaya meningkatkan kualitas sentra IKM melalui pembenahan fasilitas, penguatan pendataan, serta berbagai inovasi pembinaan. Ia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mewujudkan sentra IKM yang semakin profesional, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak industri berbasis potensi lokal di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










