

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pemerintah kabupaten agar aktif mengusulkan desa-desa potensial untuk mengikuti Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI) yang digagas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalsel Iwan Ristianto melalui Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Perdesaan, Masrai Zulzai Subkhi, mengatakan Program SEHATI merupakan salah satu program prioritas Kementerian Desa yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa.
“Program SEHATI ini merupakan program prioritas dari Kementerian Desa yang kick-off-nya baru dilaksanakan pada akhir Juni 2026 di Kabupaten Serang, Provinsi Banten,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga mendorong desa agar mampu menghadapi dampak perubahan iklim serta mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.
SEHATI juga diarahkan untuk mendukung agenda nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan, termasuk pengembangan sumber protein, pengelolaan desa bebas sampah, hingga hilirisasi produk-produk unggulan desa.
“Kami dari DPMD Provinsi Kalsel sangat menyambut baik keberadaan Program SEHATI ini karena sedikit banyak nantinya dapat mendukung program-program yang sudah berjalan di pemerintah desa,” jelasnya.
Namun, Masrai menegaskan tidak seluruh desa secara otomatis dapat memperoleh program tersebut. Desa-desa yang diusulkan akan melalui proses seleksi dan bersaing untuk mendapatkan program dari pemerintah pusat.
Karena itu, DPMD Kalsel mendorong pemerintah kabupaten agar memberikan ruang dan pendampingan kepada desa-desa untuk menyusun usulan yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masing-masing.
“Kami berharap pemerintah kabupaten dapat mendorong desa-desa untuk mengusulkan desanya masing-masing, disertai dengan usulan program dan kegiatan yang memang dibutuhkan desa,” katanya.
Upaya tersebut telah ditindaklanjuti DPMD Kalsel melalui rapat bersama seluruh Dinas PMD kabupaten/kota se-Kalsel serta tenaga ahli pemberdayaan masyarakat desa yang bertugas di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam rapat tersebut, DPMD Kalsel menyampaikan informasi mengenai Program SEHATI sekaligus mendorong pemerintah kabupaten menyiapkan desa-desa potensial agar dapat mengikuti proses seleksi.
Berdasarkan informasi yang diterima DPMD Kalsel, program tersebut nantinya akan menyasar sekitar 5.500 desa di seluruh Indonesia. Salah satu kelompok yang menjadi prioritas adalah desa-desa yang berada dalam kawasan perdesaan prioritas nasional.
Untuk Kalsel, terdapat tiga kabupaten yang memiliki kawasan perdesaan prioritas nasional, yakni Kabupaten Tanah Bumbu dengan kawasan perdesaan prioritas agro-politan, Kabupaten Banjar dengan kawasan perdesaan prioritas agro-minapolitan, serta Kabupaten Tabalong dengan kawasan perdesaan prioritas agro-wisata dan hortikultura.
Meski demikian, Masrai menekankan desa-desa di luar kawasan perdesaan prioritas nasional tetap memiliki peluang untuk mengikuti program tersebut.
“Walaupun kawasan perdesaan prioritas mendapatkan perhatian lebih, kami juga berharap pemerintah kabupaten mendorong desa-desa di luar kawasan tersebut untuk tetap mengusulkan. Sehingga nantinya mereka bisa bersaing dalam mendapatkan Program SEHATI dari Kementerian Desa,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










