


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Museum Wasaka (Waja Sampai Ka Puting) kembali menggelar Lomba Majalah Dinding (Mading) 3D tingkat pelajar. Kegiatan yang mengangkat tema “Revolusi Fisik Kalimantan Selatan” ini diikuti siswa jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Sebanyak 16 sekolah dari tiga kabupaten/kota, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, dan Barito Kuala, berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hasanah, menyambut baik pelaksanaan Lomba Mading 3D tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas pelajar, tetapi juga sarana menanamkan rasa persatuan, memperkokoh integrasi, serta membuka ruang pertemuan dan diskusi antarsiswa.
“Selain itu, ajang ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan Museum Wasaka lebih dekat kepada generasi muda, khususnya sebagai pusat informasi sejarah revolusi fisik di Kalimantan Selatan,” kata Hasanah di Banjarmasin, Selasa (21/7/2026).
Ia mengatakan, melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat mengenal lebih dalam sejarah perjuangan dan revolusi fisik yang tersimpan di Museum Wasaka.
Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya daerah penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta memiliki rasa bangga terhadap daerahnya.
“Paling tidak mereka bisa mengenal bagaimana revolusi fisik yang terjadi di Kalsel ini dari Museum Wasaka sendiri, dan mereka bisa menambah rasa bangganya terhadap budaya sendiri,” tambahnya.
Hasanah juga mendorong para pelajar di Kalimantan Selatan untuk terus belajar serta mencintai kebudayaan lokal. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya.
Ia berharap pelajar Kalsel dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, santun, sportif, dan berprestasi, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sejarah serta budaya daerah. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










