
Pengalaman pertama kerap menghadirkan cerita unik tersendiri, terkhusus bagi para siswa berkebutuhan khusus yang baru pertama kalinya terjun dalam atmosfer kompetisi terbuka antarsekolah menengah. Hal inilah yang dirasakan oleh kontingen peserta didik dari SLB Negeri 3 Banjarmasin saat mengikuti lomba Mading tiga dimensi (3D) yang diinisiasi Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) yang turut mempertemukan siswa-siswi dari SMA dan SMK umum.
Sri Wahyuni selaku Guru Pendamping dari SLB Negeri 3 Banjarmasin mengungkapkan bahwa pada hari pertama pelaksanaan lomba, para siswanya sempat diliputi perasaan terkejut sekaligus takjub manakala melihat ragam media maupun properti perlombaan yang digunakan oleh peserta lain dari sekolah umum, seperti penggunaan papan sterofom serta berbagai pernak-pernik dekorasi baru yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya.
“Kendati demikian, penyesuaian tersebut berhasil dilalui dengan baik berkat kreativitas serta kebiasaan mereka yang selama ini kerap menggunakan media mading serupa seperti yang biasa disajikan dalam lingkup perlombaan antarsekolah luar biasa di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Sri Wahyuni saat ditemui usai perlombaan di Banjarmasin, Kamisn(23/7/2026).
Buah dari kerja keras dan ketekunan tersebut berbuah manis ketika tim mading SLB Negeri 3 Banjarmasin sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet gelar Juara Harapan 1.
“Kami sangat senang, senang, juara, apalagi baru pertama kali dan bersaing dengan siswa pada umumnya, kan kami dari SLB ya, jadi merasa bangga, bangga dan senang atas pencapaian di pertama kali ini mendapatkan juara harapan satu,” ujarnya.
Keberhasilan perdana ini tidak hanya menjadi sebuah trofi kemenangan semata, melainkan bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah sebuah halangan untuk terus berkarya, bersaing secara kompetitif, serta menorehkan prestasi gemilang di kancah perlombaan umum. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










