






Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di belakang Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, berhasil dipadamkan oleh petugas Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan, Jumat (7/8/2026).
Petugas Karhutla Direktorat Samapta Polda Kalsel, Bripda Muhammad Fadillah, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran.
“Menindaklanjuti laporan adanya kebakaran di belakang Pondok Pesantren Darul Ilmi, kami dari Direktorat Samapta Polda Kalimantan Selatan langsung menuju ke titik api,” ujar Fadillah.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah api dipastikan padam, personel kemudian melakukan pembersihan dan mengamankan peralatan yang digunakan selama proses pemadaman.
“Untuk saat ini api berhasil kami padamkan. Rekan-rekan kami juga sudah membersihkan alat-alat setelah proses pemadaman,” katanya.
Fadillah menjelaskan, lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan dan lahan. Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan satu unit mesin berkapasitas 1,5 serta lima selang yang disambungkan untuk menjangkau titik api.
“Untuk yang kami gunakan ada lima selang dengan menggunakan satu mesin 1,5,” jelasnya.
Sebanyak 10 personel Direktorat Samapta Polda Kalsel dilibatkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari respons cepat kepolisian dalam menangani kejadian karhutla, khususnya di tengah kondisi lahan yang rentan terbakar.
Fadillah juga mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya Kalimantan Selatan, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan ataupun membakar lahan,” tegasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus ditingkatkan sehingga potensi terjadinya karhutla dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










