

Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan. Salah satu lokasi yang masuk dalam agenda kunjungan adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru yang berada di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Jalan Trikora.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie didampingi Kepala Bidang perlindungan dan Jaminan Sosial, Rahmady Abbasmay, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi bersama tim Sekretariat Wakil Presiden terkait persiapan kunjungan tersebut.
Menurut Farhanie, berdasarkan informasi sementara, Wapres akan tiba di Kalimantan Selatan setelah terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Kalimantan Tengah. Selain Sekolah Rakyat, sejumlah lokasi juga direncanakan menjadi titik kunjungan, termasuk Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru dan salah satu posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Informasi yang jelas untuk sementara, beliau akan berkunjung ke Sekolah Rakyat, kemudian ke Rumah Sakit Idaman Banjarbaru dan salah satu posko karhutla. Kemungkinan titiknya di Gunung Damar, tetapi kita masih menunggu informasi dari pusat atau tim Sekretariat Wapres apakah ada perubahan,” ujar Farhanie, Banjarbaru, Rabu (9/9/2026).
Ia menegaskan, Dinas Sosial Provinsi Kalsel akan terus mendampingi tim Sekolah Rakyat untuk memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan dengan baik dan lancar. Penyesuaian waktu dan teknis pelaksanaan juga akan mengikuti agenda yang telah ditetapkan oleh Sekretariat Wakil Presiden.
Terkait kemungkinan adanya penyampaian kebutuhan atau aspirasi Sekolah Rakyat kepada Wapres, Farhanie menyebut pihaknya akan mengikuti alur kunjungan yang telah ditentukan.
“Kita mengalir saja besok bagaimana, karena beliau kunjungan langsung ke lapangan. Kalau nanti ada kesempatan untuk menyampaikan, tentu akan kita sampaikan,” katanya.
Farhanie menjelaskan, kunjungan Wapres ke Sekolah Rakyat nantinya lebih diarahkan untuk melihat secara langsung kondisi dan aktivitas sekolah tersebut. Karena waktu kunjungan diperkirakan berlangsung pada sore hari, aktivitas yang ditampilkan kemungkinan berupa kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas siswa di luar pembelajaran formal.
“Tidak ada persiapan khusus. Kita seperti biasa saja, karena sudah beberapa kali ada kunjungan. Beliau akan melihat aktivitas yang ada. Karena kemungkinan sore, yang bisa ditampilkan kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan nonformal, aktivitas ibadah, dan kondisi asrama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Farhanie menilai kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan.
Namun demikian, ia menyebut agenda utama kunjungan Wapres ke Kalsel diperkirakan berkaitan dengan penanganan karhutla yang masih menjadi perhatian pemerintah.
“Yang terutama beliau datang kayaknya ke karhutla. Yang paling utama beliau datang ke karhutla,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










