






Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat percepatan implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan jemput bola aktivasi IKD di lingkup SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pada hari kedua pelaksanaan, pelayanan dipusatkan di sejumlah rumah sakit daerah milik Pemerintah Provinsi Kalsel dan mendapat antusias tinggi dari para pegawai, Kamis (21/5/2026) lalu.
Pelayanan aktivasi IKD dilaksanakan di beberapa rumah sakit daerah, di antaranya RSUD Ulin, RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh, RSGM Gusti Hasan Aman dan RSJ Sambang Lihum.
Berdasarkan data pelaksanaan hari kedua, jumlah aktivasi IKD di RSUD Ulin mencapai 725 NIK dengan melibatkan operator dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin. Sementara di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh berhasil mengaktivasi 396 NIK dengan dukungan operator dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Barito Kuala.
Sedangkan di RSJ Sambang Lihum tercatat sebanyak 129 NIK berhasil diaktivasi oleh operator dari Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru, meskipun sempat mengalami kendala pada jaringan dan koneksi internet.
Secara keseluruhan, jumlah NIK yang berhasil diaktivasi pada Kamis (21/5/2026) mencapai 1.250 NIK. Adapun total capaian aktivasi IKD selama dua hari pelaksanaan di lingkungan rumah sakit daerah lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 2.679 NIK.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalimantan Selatan, Dewi Fuziarti mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya komitmen bersama dalam mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital di Kalimantan Selatan.
“Pelayanan ini cukup maksimal dalam mendorong capaian aktivasi IKD di Kalimantan Selatan. Sampai hari kedua sudah mencapai 2.679 NIK yang berhasil diaktivasi dan angka tersebut masih akan terus bertambah pada pelayanan hari ketiga,” ujar Dewi di Banjarmasin, Jum’at (22/5/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan pelayanan jemput bola tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh Dinas Dukcapil kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan yang turut menurunkan operator untuk membantu proses aktivasi IKD di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan semangat seluruh tim Dukcapil kabupaten/kota yang terlibat. Sinergi ini menjadi kekuatan besar dalam mempercepat digitalisasi administrasi kependudukan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat maupun ASN,” katanya.
Menurut Dewi, pelayanan jemput bola aktivasi IKD di lingkungan SKPD Pemprov Kalsel telah berjalan selama beberapa bulan terakhir dan hampir menjangkau seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Ia berharap melalui percepatan aktivasi IKD tersebut, masyarakat dan aparatur sipil negara dapat semakin mudah mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan secara digital, aman dan efisien.
Untuk mendukung pelaksanaan hari ketiga, Disdukcapil Provinsi Kalsel kembali menyiapkan sejumlah operator gabungan dari kabupaten/kota. Pelayanan dijadwalkan kembali berlangsung di RSUD Ulin dengan tujuh operator dari Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh dengan dukungan operator dari Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Barito Kuala. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










