Angkatan VII PRSPDNF Fajar Harapan Resmi Ditutup, 9 Penerima Manfaat Siap Mandiri

Angkatan VII PRSPDNF Fajar Harapan Resmi Ditutup, 9 Penerima Manfaat Siap Mandiri

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan melalui Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan melaksanakan penutupan Program Rehabilitasi Sosial dan Pelatihan Keterampilan bagi penyandang disabilitas fisik Angkatan VII Tahun 2026, sekaligus menyerahkan Bantuan Sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada para penerima manfaat.

Sebanyak sembilan penerima manfaat berhasil menyelesaikan program rehabilitasi sosial selama mengikuti pelatihan keterampilan yang terdiri dari lima orang pada bimbingan tata boga dan empat orang pada bimbingan komputer.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Selamat Riadi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PRSPDNF Fajar Harapan, instruktur, pendamping, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program rehabilitasi sosial tersebut.

Menurutnya, program rehabilitasi dan pelatihan keterampilan merupakan salah satu upaya konkret Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kemandirian, keberfungsian sosial, serta kualitas hidup penyandang disabilitas.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat pelayanan sosial yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Selamat, Banjar, Kamis (25/6/2026).

Selamat juga mengucapkan selamat kepada seluruh penerima manfaat yang telah menyelesaikan program pelatihan. Ia menegaskan bahwa bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang diserahkan bukan sekadar simbol kelulusan, melainkan bentuk nyata dukungan pemerintah sebagai modal awal untuk berwirausaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Bantuan ini diharapkan menjadi pemicu semangat dan tekad untuk menjadi pribadi yang mandiri serta produktif di tengah masyarakat,” katanya.

Ia berharap keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program dapat terus dikembangkan sehingga menjadi bekal untuk berkarya, berwirausaha, bekerja, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi di daerah masing-masing.

“Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi. Setiap individu memiliki potensi dan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Andrie Iswandy, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan rehabilitasi sosial yang optimal bagi penyandang disabilitas agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk hidup mandiri di tengah masyarakat.

Ia juga berharap dukungan dari pemerintah kabupaten/kota terus diberikan melalui pendampingan dan penciptaan lingkungan yang inklusif sehingga para penyandang disabilitas dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

Melalui program rehabilitasi sosial dan pelatihan keterampilan ini, Pemprov Kalsel berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya kemandirian dan kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang ekonomi dan sosial. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id