
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan pemerintah daerah melalui berbagai langkah strategis. Upaya tersebut mendapat respons positif dengan tingginya antusiasme peserta pada ajang Kalsel Innovation Award (KIA) 2026, yang hingga akhir masa pengumpulan proposal berhasil menghimpun 88 proposal inovasi dari tiga kategori.
Berdasarkan data Tim Pelaksana Kalsel Innovation Award 2026, sebanyak 40 proposal berasal dari kategori SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, 26 proposal dari SKPD Kabupaten/Kota, dan 22 proposal dari kategori masyarakat umum. Selanjutnya, dewan juri akan menyeleksi sepuluh inovasi terbaik pada masing-masing kategori untuk mengikuti tahap presentasi.
Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin tumbuhnya budaya inovasi di Kalimantan Selatan.
“Alhamdulillah, jumlah inovasi yang masuk terus bertambah. Ini menunjukkan bahwa semangat berinovasi di Kalimantan Selatan semakin baik dan menjadi modal penting dalam membangun daerah yang lebih maju,” ujarnya di Banjarbaru, Rabu (8/7/2026).
Menurut Thaufik, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya BRIDA dalam membangun ekosistem inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Salah satunya melalui pembentukan tim inovasi pada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah mendorong pembentukan tim inovasi di seluruh SKPD. Alhamdulillah, seluruh SKPD di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan saat ini telah memiliki tim inovasi masing-masing,” katanya.
Selain membentuk tim inovasi, BRIDA juga memperkuat komitmen para pimpinan perangkat daerah melalui penandatanganan fakta integritas agar inovasi menjadi bagian dari budaya kerja organisasi.
“Kami juga meminta seluruh kepala SKPD, termasuk saya sebagai Kepala BRIDA, untuk menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam mendorong tumbuhnya inovasi di lingkungan kerja masing-masing. Komitmen pimpinan menjadi fondasi penting agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Thaufik menilai bahwa para inovator merupakan sumber daya yang memiliki kemampuan lebih dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan.
“Saya meyakini bahwa para inovator adalah orang-orang yang luar biasa. Jiwa inovatif tidak hanya mencerminkan kreativitas, tetapi juga mencakup kecerdasan, kepintaran, dan kemampuan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Kalsel Innovation Award bukan menjadi tujuan akhir bagi para peserta. BRIDA akan terus melakukan pembinaan agar inovasi terbaik Kalimantan Selatan mampu bersaing pada tingkat nasional.
“Kami tidak ingin para inovator berhenti di tingkat provinsi. Inovasi-inovasi terbaik akan kami dorong mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan Kementerian PANRB maupun Innovative Government Award yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri. Harapannya, inovasi dari Kalimantan Selatan dapat semakin dikenal dan memberikan dampak yang lebih luas,” tuturnya.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, BRIDA berharap ekosistem inovasi di Kalimantan Selatan semakin kuat, tidak hanya dari sisi jumlah inovasi yang dihasilkan, tetapi juga kualitas dan kebermanfaatannya bagi masyarakat.
Dengan semakin banyaknya inovasi yang lahir dari pemerintah maupun masyarakat, BRIDA optimistis Kalimantan Selatan akan memiliki semakin banyak inovator yang mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing daerah, serta percepatan pembangunan di berbagai sektor. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









