Cetak Atlet Berprestasi, Pergatsi Banjarmasin Desak Pembangunan Lapangan Gateball

Cetak Atlet Berprestasi, Pergatsi Banjarmasin Desak Pembangunan Lapangan Gateball

Turnamen Gateball Wali Kota Cup Banjarmasin 2026 yang berlangsung di Lapangan PJN 1 Banjarmasin pada 12–14 Juni tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan para atlet, tetapi juga momentum bagi pengurus dan pegiat gateball untuk menyuarakan kebutuhan mendasar olahraga tersebut, yakni tersedianya lapangan permanen.

Kompetisi yang mempertandingkan nomor double bebas dan triple campuran ini diikuti 18 regu, terdiri dari 11 tim pada kategori double dan 7 tim pada kategori triple. Seluruh peserta merupakan atlet maupun pegiat gateball yang berdomisili atau bekerja di Kota Banjarmasin.

Ketua Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kota Banjarmasin, Hamsi Mansyur, mengatakan turnamen ini menjadi sarana menjaring atlet potensial yang nantinya dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat lebih tinggi.

“Pembinaan atlet membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan agar bakat-bakat baru dapat terus berkembang dan bersaing di level regional maupun nasional,” kata Hamdi, Jumat (12/6/2026). 

Namun di tengah upaya pengembangan prestasi tersebut, Pergatsi Banjarmasin masih menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas latihan. Hingga kini, komunitas gateball di Kota Banjarmasin belum memiliki lapangan khusus sehingga harus memanfaatkan fasilitas milik pihak lain.

Hamsi berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut. Pasalnya, keberadaan lapangan permanen dinilai sangat penting untuk mendukung aktivitas latihan sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga gateball.

Ia menjelaskan, selama ini para atlet kerap berlatih di lapangan terbuka yang minim fasilitas penunjang sehingga kurang nyaman, terutama saat cuaca panas. “Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya memperluas partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Hamsi, gateball merupakan olahraga yang dapat dimainkan berbagai kelompok usia. Selain mengandalkan ketepatan teknik, permainan ini juga menuntut strategi dan kemampuan berpikir sehingga cocok bagi kalangan muda hingga lanjut usia.

“Gateball tidak membutuhkan aktivitas fisik yang terlalu berat, tetapi tetap menyehatkan dan melatih konsentrasi. Di beberapa negara seperti Jepang dan Korea, olahraga ini bahkan sangat populer di kalangan lansia,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pergatsi Kalimantan Selatan, Mutaal Badrun, mengapresiasi penyelenggaraan Wali Kota Cup yang dinilai memberi manfaat besar bagi pembinaan atlet daerah.

Menurutnya, turnamen tersebut menjadi wadah untuk memantau perkembangan kemampuan para pemain sekaligus mencari bibit-bibit potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi agenda kompetisi yang lebih besar.

“Proses seleksi atlet tidak hanya berdasarkan hasil satu kejuaraan, melainkan melalui pemantauan berkelanjutan dari berbagai turnamen yang diikuti atlet sepanjang musim,” kata Mutaal.

Mutaal berharap dukungan terhadap cabang olahraga gateball terus meningkat, baik dari pemerintah maupun masyarakat, sehingga pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal dan prestasi Kalimantan Selatan di tingkat nasional semakin berkembang.

“Melalui pelaksanaan Wali Kota Cup 2026, para pegiat gateball tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga membawa harapan besar agar olahraga ini memiliki fasilitas yang lebih representatif untuk tumbuh dan berkembang di Kota Banjarmasin,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id