



Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan reproduksi perempuan melalui penyelenggaraan Seminar Kesehatan Reproduksi bagi Wanita Usia Subur (WUS). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai investasi bagi terwujudnya keluarga sehat dan generasi berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan kesehatan secara menyeluruh. Menurutnya, kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, tetapi juga mencakup aspek kesehatan fisik, mental, dan sosial yang berhubungan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi sepanjang siklus kehidupan.
“Wanita usia subur memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan melahirkan generasi masa depan yang sehat. Karena itu, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi harus terus ditingkatkan, mulai dari menjaga kesehatan organ reproduksi, perencanaan kehamilan, pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan, deteksi dini infeksi menular seksual, hingga pencegahan kanker leher rahim dan kanker payudara,” ujar Diauddin di Banjarmasin, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya pernikahan usia dini, kehamilan berisiko tinggi, tingginya angka anemia pada wanita usia subur, kehamilan yang tidak direncanakan, rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi, serta masih adanya stigma dan keterbatasan akses terhadap informasi yang benar.
Menurut Diauddin, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor, lintas program, organisasi profesi, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, keluarga, hingga partisipasi aktif masyarakat agar upaya peningkatan kesehatan reproduksi dapat berjalan secara optimal.
“Melalui seminar ini kami berharap tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat serta meningkatkan pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas. Gunakan kesempatan ini untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperoleh informasi yang benar dari para narasumber, kemudian terapkan serta sebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Diauddin juga mengajak seluruh tenaga kesehatan agar terus memperkuat komunikasi, edukasi, dan konseling kepada masyarakat dengan pendekatan yang ramah, inklusif, berbasis bukti ilmiah, dan sesuai kebutuhan masyarakat sehingga pelayanan kesehatan reproduksi semakin mudah diakses dan dipahami.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kesehatan akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi sepanjang siklus hidup melalui penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan akses pelayanan kesehatan, deteksi dini faktor risiko, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
“Kesehatan reproduksi merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup perempuan, kesehatan keluarga, dan kualitas generasi mendatang. Perempuan yang sehat akan melahirkan keluarga yang sehat, dan keluarga yang sehat akan menjadi fondasi masyarakat serta bangsa yang kuat. Untuk itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian dan menjadikan kesehatan reproduksi sebagai tanggung jawab bersama,” pungkas Diauddin. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









