






Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya keselamatan pengguna jalan melalui berbagai langkah strategis, khususnya di titik-titik yang memiliki kepadatan lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi, mengatakan keselamatan pengguna jalan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan pelayanan transportasi. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) adalah meningkatkan visibilitas rambu lalu lintas, terutama pada lokasi yang rawan dan memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
“Forum LLAJ berkolaborasi memasang scotlite di setiap rambu, khususnya pada U-turn yang terdapat di lokasi-lokasi padat lalu lintas. Ini dilakukan agar rambu lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan, terutama pada kondisi malam hari maupun saat jarak pandang terbatas,” ujar Fitri di Banjarbaru, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, keberadaan rambu yang mudah terlihat menjadi bagian penting dalam memberikan informasi dan peringatan kepada pengendara sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di lokasi tersebut.
Di sisi lain, Dishub Kalsel tidak merekomendasikan penempatan petugas untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung di tengah jalan apabila kondisi tidak memungkinkan dan berisiko terhadap keselamatan petugas.
“Kami tidak merekomendasikan menurunkan petugas untuk mengatur di jalan karena risikonya cukup besar, apalagi dengan situasi yang memang tidak kondusif. Keselamatan petugas juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.
Fitri menambahkan, kondisi lingkungan juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga keselamatan transportasi. Saat ini, pihaknya turut prihatin terhadap situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Asap akibat karhutla dapat menyebabkan berkurangnya jarak pandang dan berdampak terhadap aktivitas transportasi, termasuk penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.
“Kita prihatin dengan situasi karhutla yang menyebabkan berkurangnya jarak pandang. Kondisi ini juga berakibat pada banyak penerbangan yang mengalami keterlambatan atau bahkan tidak operasional di Bandara Syamsudin Noor,” ungkapnya.
Ia menekankan, keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas transportasi. Karena itu, koordinasi lintas sektor melalui Forum LLAJ terus diperkuat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keselamatan di jalan maupun moda transportasi lainnya.
Dishub Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu dan marka jalan, serta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi lingkungan dan jarak pandang. Terlebih dalam situasi kabut asap akibat karhutla, pengendara diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi dinilai membahayakan. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










