Dislautkan Kalsel Dorong Hilirisasi Hasil Perikanan melalui Pengembangan Albumin

Dislautkan Kalsel Dorong Hilirisasi Hasil Perikanan melalui Pengembangan Albumin

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat hilirisasi sektor kelautan dan perikanan dengan mendorong pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk olahan bernilai tambah. Salah satu inovasi yang dikembangkan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kalsel adalah pemanfaatan albumin sebagai produk berbasis protein alami dari sumber hayati perikanan.

Pengembangan albumin tersebut secara khusus dilakukan melalui UPT Balai Pengujian Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) sebagai bagian dari upaya mendorong diversifikasi dan inovasi produk hasil perikanan di Kalimantan Selatan.

Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan pengembangan albumin menjadi salah satu langkah untuk mengubah hasil perikanan dari sekadar komoditas menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lebih besar.

“Albumin merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah. Selain mendukung kebutuhan protein masyarakat, pengembangannya juga dapat membuka peluang ekonomi baru dari sektor perikanan. Karena itu, kami khususkan pengembangannya di UPT BPMHP,” ujar Rusdi di Banjarbaru, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui inovasi produk. Tidak hanya menghasilkan ikan sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga mengolahnya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

Albumin sendiri merupakan protein yang secara alami terdapat dalam tubuh dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan. Dari sisi pemanfaatannya, albumin juga dikenal sebagai protein yang mendukung daya tahan tubuh, membantu proses penyembuhan dan regenerasi jaringan, serta mudah diserap oleh tubuh.

Rusdi menegaskan, pengembangan produk berbasis hasil perikanan harus dilakukan dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan sehingga produk yang dihasilkan dapat memberikan manfaat secara optimal kepada masyarakat.

“Yang kita dorong bukan hanya bagaimana hasil perikanan itu diproduksi, tetapi bagaimana bisa diolah menjadi produk yang berkualitas, aman dan memiliki nilai tambah. Ini bagian dari hilirisasi yang terus kita kembangkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan albumin sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui inovasi dan diversifikasi produk, Dislautkan Kalsel berharap pemanfaatan sumber daya perikanan dapat menciptakan rantai nilai baru, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi pelaku sektor perikanan.

“Harapannya, inovasi seperti ini tidak berhenti pada pengembangan produknya saja, tetapi ke depan dapat memberikan dampak ekonomi dan menjadi bagian dari penguatan sektor perikanan di Kalimantan Selatan,” pungkas Rusdi. MC Kalsel/scw

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id