Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel merilis ekspor Kalimantan Selatan pada Juni 2026 mencapai US$1.051,38 juta, atau naik sebesar 3,86 persen dibandingkan Mei 2026 yang senilai US$1.012,30 juta. Peningkatan ini juga sejalan dengan kondisi tahunan, di mana ekspor Juni 2026 naik 44,47 persen dibandingkan
Juni 2025.
“Ekspor terbesar Kalimantan Selatan pada Juni 2026 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit disumbangkan oleh kelompok bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$869,81 juta, turun sebesar 1,22 persen dibandingkan ekspor Mei 2026 yang sebesar US$880,51 juta. Pada urutan kedua adalah kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yang
menyumbang ekspor sebesar US$132,62 juta, naik sebesar 156,55 persen dibandingkan ekspor Mei 2026 yang mencapai US$51,69 juta,” kata Mukhamad Mukhanif, Banjarbaru, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan kontribusinya terhadap total ekspor Juni 2026, kelompok bahan bakar mineral (HS 27) memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 82,73 persen dan diikuti oleh kelompok lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) dengan kontribusi sebesar 12,61 persen. Berikutnya di urutan ketiga, keempat, dan kelima terdapat kayu dan barang dari kayu (HS 44), berbagai
produk kimia (HS 38), serta karet dan barang dari karet (HS 40) dengan kontribusi masing-masing sebesar 1,56 persen, 1,23 persen, dan 1,09 persen.
“Nilai impor Kalimantan Selatan pada Juni 2026 mencapai US$181,34 juta. Nilai ini menurun sebesar 14,23 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar US$211,43 juta. Namun, jika dibandingkan dengan nilai impor Juni 2025 yang mencapai US$176,41 juta, maka nilai impor Juni 2026 meningkat sebesar 2,79 persen”, kata Hanief.
Hanief pun menjelaskan, Lima kelompok barang yang mempunyai nilai impor tertinggi pada Juni 2026 yang masuk ke Kalimantan Selatan adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) senilai US$117,62 juta dengan kontribusi sebesar 64,86 persen; diikuti kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) senilai US$42,79 juta dengan kontribusi sebesar 23,60 persen; kelompok kapal, perahu, dan struktur terapung (HS 89) senilai US$9,50 juta dengan kontribusi sebesar 5,24 persen; kelompok bahan kimia organik (HS 29) senilai US$2,17 juta dengan kontribusi sebesar 1,20 persen; serta kelompok mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) senilai US$2,09 juta dengan kontribusi sebesar 1,15 persen terhadap total impor Juni 2026.
“Impor Kalimantan Selatan pada Juni 2026 menurut negara/wilayah/entitas tertentu asal menunjukkan bahwa nilai impor tertinggi berasal dari Tiongkok sebesar US$56,72 juta, diikuti oleh impor dari Malaysia sebesar US$47,60 juta, serta impor dari Singapura sebesar US$45,90 juta. Selanjutnya, impor dari Thailand tercatat sebesar US$28,00 juta, dan dari Finlandia sebesar US$1,24 juta,” ujar Hanief. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










