Pembinaan Mental ASN di Kebun Raya Banua, BRIDA Kalsel Perkuat Nilai Spiritual dan Etos Pelayanan

Pembinaan Mental ASN di Kebun Raya Banua, BRIDA Kalsel Perkuat Nilai Spiritual dan Etos Pelayanan

Dalam upaya memperkuat pembinaan karakter, integritas, serta nilai-nilai spiritual aparatur sipil negara (ASN) di tengah pelaksanaan tugas pemerintahan, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Pembinaan Mental ASN melalui Ceramah Agama yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Gubernur Bidang Keagamaan, KH. Muslimin. Kegiatan berlangsung di Ruang Terbuka Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).

Pembinaan mental tersebut menjadi salah satu upaya BRIDA Kalsel dalam memberikan penguatan rohani kepada ASN agar mampu menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, serta tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan spiritual.

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, mengatakan pemilihan Kebun Raya Banua sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain menghadirkan suasana yang lebih terbuka dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan salah satu aset strategis milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada para pegawai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kepala UPTD Kebun Raya Banua yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Sengaja kami laksanakan di sini agar seluruh pegawai dapat lebih mengenal Kebun Raya Banua yang menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Thaufik menjelaskan, kawasan Kebun Raya Banua memiliki sejarah yang cukup panjang. Kawasan tersebut sebelumnya merupakan lahan bekas pertambangan yang kini berhasil direhabilitasi menjadi ruang konservasi yang hijau dan menjadi pusat koleksi tanaman khas Kalimantan.

“Pada awalnya kawasan ini merupakan lahan eks pertambangan yang tentu bukan lahan subur. Namun berkat kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kini kawasan ini telah berubah menjadi kebun raya yang asri dan mulai dikenal oleh kebun raya di seluruh Indonesia karena mengusung keunikan lokal berupa koleksi tanaman obat dan tanaman langka khas Kalimantan,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan pembinaan mental di ruang terbuka juga diharapkan mampu memberikan suasana yang lebih segar sekaligus berdampak positif terhadap kesehatan fisik maupun mental para ASN.

“Walaupun suasananya sedikit panas, mudah-mudahan panas pagi ini justru membawa manfaat bagi kesehatan kita. Yang lebih penting lagi, melalui ceramah agama hari ini kita semua mendapatkan pencerahan di tengah rutinitas pekerjaan yang padat,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan pembinaan mental seperti ini penting dilaksanakan secara berkala sebagai sarana refleksi diri bagi seluruh ASN.

“Dalam kesibukan menjalankan tugas sehari-hari, terkadang kita larut dalam rutinitas. Karena itu kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai pengingat agar nilai-nilai keagamaan tetap menjadi landasan dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, menyampaikan apresiasi kepada BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan yang memilih Kebun Raya Banua sebagai lokasi pelaksanaan pembinaan mental ASN.

“Kami merasa senang dapat memfasilitasi kegiatan ini. Sebelumnya memang kita sering bertemu dalam berbagai rapat di tempat lain, namun kali ini kami mencoba menghadirkan suasana yang berbeda melalui ruang terbuka agar kegiatan terasa lebih nyaman dan memberikan pengalaman baru,” ungkapnya.

Rahmat berharap suasana alam yang asri mampu memberikan semangat serta energi positif bagi seluruh peserta yang mengikuti kegiatan.

“Mudah-mudahan panas pagi hari ini justru menjadi sebab kita memperoleh kesehatan, sehingga selain mendapatkan ilmu dan pencerahan rohani, kita juga memperoleh manfaat bagi kebugaran tubuh,” ujarnya.

Menurutnya, ceramah agama merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya ASN yang setiap hari mengemban amanah melayani masyarakat.

“Hari ini kita bersama-sama mengisi kembali nilai-nilai religius melalui ceramah agama. Apa yang mungkin sudah pernah kita ketahui perlu terus diingat dan diulang agar menjadi bekal dalam menjalankan kehidupan maupun pekerjaan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh peserta, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur pemerintah.

“Dengan pembinaan mental seperti ini, semoga seluruh ASN semakin termotivasi untuk bekerja dengan hati, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan dilandasi nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id