Pindeskel Kalsel 2026 Pamerkan Inovasi Desa untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Pindeskel Kalsel 2026 Pamerkan Inovasi Desa untuk Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Beragam inovasi desa di Kalimantan Selatan (Kalsel) ditampilkan melalui Pekan Inovasi Desa dan Kelurahan (Pindeskel) Kalsel 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel di Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (13/8/2026).

Pameran Pindeskel tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kalsel Expo 2026 yang berlangsung pada 12–18 Agustus 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan serta hasil inovasi masyarakat desa kepada masyarakat luas.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Iwan Ristianto, mengatakan Pindeskel menjadi momentum untuk menampilkan berbagai inovasi yang dihasilkan desa-desa di Kalsel.

“Ini merupakan pergelaran inovasi, di mana inovasi setiap desa ditampilkan pada kesempatan Kalsel Expo ini. Produk unggulan dari beberapa desa ditampilkan, mulai dari produk pertanian, ketahanan pangan, hingga berbagai produk unggulan masing-masing desa,” ujarnya.

Menurut Iwan, inovasi yang dipamerkan tidak hanya berupa produk, tetapi juga berbagai alat dan teknologi tepat guna yang dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat di desa.

Di antaranya terdapat alat-alat pertanian serta teknologi tepat guna yang dirancang menyesuaikan kondisi dan struktur masing-masing desa. Bahkan, sejumlah desa juga mengembangkan alat untuk membantu mengatasi hama pertanian, seperti tikus.

“Ini menunjukkan bahwa desa mampu menciptakan inovasi sendiri sesuai dengan kebutuhan mereka. Harapan kami, setiap inovasi yang dibuat masing-masing desa dapat dikenal masyarakat luas dan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa,” katanya.

Iwan menambahkan, sejumlah produk inovasi desa bahkan telah dikenal hingga ke luar Pulau Kalimantan. Karena itu, keikutsertaan dalam Kalsel Expo diharapkan dapat membuka ruang promosi yang lebih luas bagi produk-produk tersebut.

“Pada momen Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan ini, kita ikutkan beberapa produk unggulan BUMDes dari sejumlah desa untuk ditampilkan. Kita ingin memperlihatkan bahwa banyak produk unggulan dari setiap desa maupun BUMDes yang layak untuk dipromosikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Inovasi Desa Dinas PMD Kalsel, Ahmad Zaky Maulana, menjelaskan Pindeskel merupakan kegiatan untuk memfasilitasi masyarakat desa, khususnya para inovator yang bergerak di bidang inovasi dan teknologi tepat guna.

Menurutnya, selain menjadi kegiatan yang diamanatkan Kementerian Dalam Negeri, Pindeskel juga menjadi media publikasi dan promosi hasil karya inovatif desa-desa di Kalsel.

“Pindeskel merupakan wahana untuk mempublikasikan dan mempromosikan hasil karya-karya inovatif dari desa-desa yang ada di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan Pindeskel 2026 diarahkan untuk berbarengan dengan Kalsel Expo sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.

Pada tahun ini, peserta Pindeskel berasal dari desa-desa di 10 kabupaten dari total 13 kabupaten/kota di Kalsel. Sementara itu, desa dan kelurahan dari Kota Banjarmasin dan Banjarbaru belum berkesempatan mengikuti kegiatan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran.

“Untuk tahun 2026 ini, tema yang kita angkat adalah Desa Inovatif, Lumbung Pangan Mandiri. Karena itu, inovasi yang ditampilkan utamanya adalah teknologi tepat guna yang berkaitan dengan pertanian dan ketahanan pangan,” ungkap Zaky.

Ia menyebutkan, inovasi yang ditampilkan cukup beragam dan menggambarkan kemampuan masyarakat desa dalam menciptakan solusi sesuai kebutuhan lokal.

Zaky berharap Pindeskel yang digelar dalam rangkaian Kalsel Expo dapat menjadi sarana bagi para inovator desa untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

“Harapan kita, inovasi-inovasi yang dihasilkan para inovator desa dikenal masyarakat luas. Ini juga menjadi tolak ukur sekaligus penyemangat bagi para inovator bahwa hasil karya mereka bisa dikenal banyak orang, memberikan manfaat, dan khususnya menopang pembangunan di desa masing-masing,” pungkasnya. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id