






Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Pembinaan Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Sasangga Banua Kantor eks Gubernur Kalsel, Banjarmasin, Jumat (8/5/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung Ketua TP Posyandu Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin didampingi Sekretaris II TP Posyandu Kalsel, Hj Siti Wasilah. Kegiatan turut dihadiri para pengurus Posyandu Kalsel dan sejumlah SKPD terkait seperti Dinas Kesehatan Kalsel, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Satpol PP serta instansi lainnya.
Dalam arahannya, Hj Fathul Jannah Muhidin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penguatan Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia meminta seluruh perangkat daerah dapat berkomitmen mendukung program Posyandu sesuai bidang masing-masing.
“Kami berharap seluruh dinas terkait dapat bersinergi dan berkoordinasi untuk mendukung penguatan Posyandu, baik dari sektor pendidikan, kesehatan, perumahan rakyat, sosial, hingga lingkungan hidup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya identifikasi kebutuhan di lapangan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung, pengelolaan lingkungan, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah domestik rumah tangga hingga penanganan sampah di sekitar.
Menurutnya, sinkronisasi program antara Posyandu dengan perangkat daerah sangat diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Sekretaris II TP Posyandu Kalsel, Hj Siti Wasilah menjelaskan visi Posyandu Wasaka yaitu mewujudkan Posyandu yang inovatif, inklusif dan berkelanjutan sebagai pusat pelayanan publik terpadu berbasis enam SPM.
Ia mengatakan, konsep inovatif diwujudkan melalui pelayanan kreatif berbasis kemitraan lintas sektor dan model pembiayaan yang efektif. Sedangkan inklusif berarti memberikan kesetaraan akses layanan bagi seluruh masyarakat, termasuk wilayah 3T, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
“Program Posyandu Wasaka diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, tidak hanya dalam satu periode pemerintahan,” katanya.
Lebih lanjut, Ia memaparkan sejumlah misi strategis Posyandu Wasaka, di antaranya penguatan kelembagaan dan tata kelola, inovasi dan digitalisasi layanan, pengembangan SDM kader, serta keberlanjutan dan kemitraan.
Dalam pelaksanaannya, Posyandu Wasaka mengusung empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan dan tata kelola, inovasi dan digitalisasi layanan, pengembangan SDM dan insentif kader, serta keberlanjutan dan kemitraan.
Adapun program prioritas yang akan dijalankan meliputi pembentukan 13 sekretariat Posyandu kabupaten/kota aktif, pengembangan Wasaka Digital Service sebagai sistem data berbasis digital, pelatihan kader melalui Wasaka Akademi, pengembangan Posyandu Mobile untuk wilayah 3T, hingga Posyandu Wasaka Award sebagai bentuk apresiasi kepada kader dan kelembagaan Posyandu berprestasi.
Selain itu, TP Posyandu Kalsel juga menargetkan sebanyak 20 ribu kader Posyandu terlatih pada tahun 2029 melalui program penguatan SDM dan digitalisasi layanan.
Pada bidang pendanaan, TP Posyandu Kalsel mendorong skema kemitraan berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah, CSR, akademisi dan masyarakat untuk mendukung pengembangan Posyandu di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










