Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan, Nasrullah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Work From Home (WFH) di lingkungannya tetap berjalan dengan pengaturan kehadiran pegawai secara proporsional.
Menurutnya, skema yang diterapkan yakni 50 persen pegawai bekerja dari kantor dan 50 persen lainnya bekerja dari rumah, baik di tingkat bidang maupun dinas. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas kerja dan efisiensi operasional.
“Untuk kehadiran, kita atur 50 persen di bidang dan 50 persen di dinas, sehingga pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujar Nasrullah, Banjarbaru, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, khusus untuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium ESDM, pengaturan kehadiran diserahkan kepada kewenangan kepala UPTD. Hal ini dikarenakan layanan laboratorium bersifat langsung dan membutuhkan kehadiran petugas.
“UPTD Lab ESDM kita beri kewenangan kepada kepala UPTD, karena layanan tetap harus ada petugas yang hadir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasrullah mengungkapkan bahwa penerapan WFH, khususnya yang dilakukan setiap hari Jumat, mulai menunjukkan dampak positif dari sisi efisiensi penggunaan sumber daya.
“Dengan WFH kemarin, terutama setiap Jumat, mulai terasa dampaknya seperti penghematan pemakaian BBM, listrik, dan air,” ungkapnya.
Ia berharap kebijakan ini dapat terus dioptimalkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mendukung efisiensi di lingkungan pemerintah daerah. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










