


Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar empat pelatihan strategis bagi tenaga kesehatan dari sejumlah kabupaten di Kalsel.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin, didampingi Kepala Bapelkes Kalsel, Abdul Basit, di Aula Bapelkes Banjarbaru, Senin (8/6/2026).
Empat pelatihan yang dilaksanakan secara bersamaan tersebut meliputi Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Angkatan I fasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit bagi Tenaga Entomolog Kesehatan di Puskesmas fasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia bagi Pengelola Program Kusta dan Frambusia Tingkat Puskesmas fasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta Pelatihan Konseling Menyusui fasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru.
Dalam sambutannya, Diauddin mengatakan penyelenggaraan empat pelatihan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kesehatan sebagai salah satu kunci keberhasilan pembangunan kesehatan.
“Penguatan kapasitas tenaga kesehatan sangat penting karena keberhasilan program kesehatan sangat ditentukan oleh kualitas tenaga yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Diauddin, saat ini Indonesia tengah menjalankan Transformasi Sistem Kesehatan yang menempatkan pelayanan primer sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dituntut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta mampu menjawab tantangan kesehatan yang terus berkembang.
Ia menjelaskan, pelatihan penanggulangan stroke menjadi sangat penting mengingat penyakit tersebut masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia.
Sementara itu, pelatihan surveilans dan pengendalian vektor berperan strategis dalam mendukung pengendalian penyakit berbasis lingkungan, terutama penyakit yang ditularkan melalui vektor seperti demam berdarah dengue dan penyakit zoonosis lainnya.
Di sisi lain, pelatihan pencegahan dan pengendalian penyakit kusta serta frambusia diharapkan mampu mendukung target eliminasi penyakit tropis terabaikan melalui peningkatan kemampuan pengelola program di tingkat puskesmas. Sedangkan pelatihan konseling menyusui menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui pendampingan yang optimal kepada ibu menyusui.
“Keempat pelatihan ini mencerminkan pendekatan kesehatan yang komprehensif, mulai dari pengendalian penyakit tidak menular, penyakit menular berbasis lingkungan, penyakit tropis terabaikan, hingga peningkatan kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Diauddin juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan bertukar pengalaman guna memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bapelkes Kalsel, Abdul Basit, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan yang dilaksanakan melibatkan total 94 peserta dari berbagai kabupaten.
Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 diikuti 26 peserta. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola program pencegahan dan pengendalian kusta serta frambusia di puskesmas.
Selanjutnya, Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke bagi Dokter dan Perawat di FKTP yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026 diikuti 22 peserta. Pelatihan ini difokuskan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan penanganan stroke di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Untuk Pelatihan Konseling Menyusui yang digelar pada 8–12 Juni 2026, diikuti 25 peserta dengan tujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan konseling menyusui kepada ibu dan keluarga.
Sedangkan Pelatihan Surveilans dan Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026 diikuti 21 peserta. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga entomolog kesehatan dalam melakukan surveilans serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit di puskesmas.
Abdul Basit berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir tenaga kesehatan yang semakin kompeten, profesional, dan mampu mendukung keberhasilan program pembangunan kesehatan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










