
Momentum peringatan Hari Anak Nasional yang bertepatan dengan Grassroots Football Day 2026 dimanfaatkan Exco PSSI Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin untuk mengingatkan pentingnya mengembalikan esensi pembinaan sepak bola usia dini.
“anak-anak harus diberikan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menikmati permainan, bukan dibebani target kemenangan semata,” kata Bang Dhin sapaan akrabnya saat pembukaan di SKB Mulawarman Banjarmasin, Kamis (23/7/2026).
Bang Dhin menegaskan, masa depan sepak bola Kalimantan Selatan maupun Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kualitas kompetisi, tetapi juga oleh kuatnya fondasi pembinaan sejak usia dini melalui lingkungan yang aman, menyenangkan, inklusif, dan mendidik.
“Sepak bola usia dini bukan sekadar mengejar kemenangan atau trofi. Yang jauh lebih penting adalah membangun karakter, menanamkan sportivitas, meningkatkan kepercayaan diri, serta membentuk generasi yang sehat, tangguh, dan berakhlak,” ujarnya
Ia menilai lapangan sepak bola harus menjadi ruang belajar yang bebas dari tekanan, sehingga anak-anak tidak takut melakukan kesalahan dan dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.
“Anak-anak bermain untuk belajar, bukan belajar karena takut kalah atau takut berbuat salah. Lapangan sepak bola harus menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan mendidik agar setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya,” tegasnya.
Bang Dhin juga menyoroti besarnya peran pelatih dan orang tua dalam membentuk pengalaman bermain anak. Menurutnya, dukungan, motivasi, dan pendampingan yang positif jauh lebih efektif dibandingkan tekanan untuk selalu meraih kemenangan.
Sebaliknya, tuntutan yang tidak sesuai usia maupun sikap yang merendahkan anak justru berpotensi menghambat perkembangan mental, kreativitas, bahkan mematikan kecintaan mereka terhadap sepak bola.
Sebagai Exco PSSI Provinsi Kalimantan Selatan, Bang Dhin mendorong seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB), akademi, dan klub di Banua untuk memperkuat pembinaan akar rumput dengan menerapkan prinsip child safeguarding, menjunjung tinggi nilai fair play, serta memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
Ia meyakini prestasi yang berkelanjutan hanya dapat lahir dari anak-anak yang tumbuh dengan rasa bahagia dalam berolahraga.
“Prestasi yang berkelanjutan lahir dari anak-anak yang bahagia bermain, bukan dari anak-anak yang tumbuh dalam tekanan. Ketika anak mencintai sepak bola, disiplin berlatih akan tumbuh dengan sendirinya, kemampuan akan berkembang, dan prestasi akan mengikuti,” katanya.
Bang Dhin menambahkan, keberhasilan pembinaan sepak bola usia dini tidak cukup diukur dari banyaknya trofi yang diraih. Lebih dari itu, pembinaan harus mampu melahirkan generasi yang berkarakter, disiplin, mampu bekerja sama, menghormati sesama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas di dalam maupun di luar lapangan.
Menutup pernyataannya, Bang Dhin mengajak seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Kalimantan Selatan untuk bersama-sama menjaga semangat dan kegembiraan anak-anak dalam bermain sepak bola.
“Mari kita jaga senyum anak-anak di setiap lapangan sepak bola. Dari lapangan yang penuh kegembiraan hari ini akan lahir pemain-pemain hebat, pribadi yang berkarakter, dan generasi emas yang kelak mengharumkan nama Kalimantan Selatan maupun Indonesia,” pungkasnya.
Bang Dhin optimistis, apabila seluruh elemen sepak bola memiliki komitmen yang sama dalam membangun ekosistem pembinaan yang sehat dan berkualitas, Kalimantan Selatan akan memiliki fondasi yang kokoh untuk melahirkan talenta-talenta terbaik yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










