


Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai wadah generasi muda dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan di tingkat desa dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial Prov Kalsel, M. Farhanie melalui Sekretaris Dinas Sosial Prov Kalsel, Wildan Akhyar pada kegiatan Bimtek Karang Taruna se Kalsel yang diikuti 26 peserta selama 3 hari.
Wildan mengatakan, Karang Taruna merupakan wadah bagi sumber daya manusia dari kelompok generasi muda yang melaksanakan kegiatan di bidang sosial. Organisasi ini memiliki tujuan untuk mewujudkan kesadaran dan tanggung jawab sosial generasi muda dalam mengantisipasi, mencegah, dan menangkal berbagai permasalahan sosial, sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan sosial menuju kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, isu ketahanan pangan yang saat ini menjadi agenda nasional merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian bangsa. Ketahanan pangan sendiri merupakan kondisi ketika setiap orang memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi guna menunjang kehidupan yang sehat dan produktif.
“Di tingkat desa maupun klKabupaten/Kota, tantangan ketahanan pangan masih nyata, seperti keterbatasan lahan, banyaknya pemuda yang memilih merantau, serta ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Karena itu, Karang Taruna yang paling dekat dengan masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi,” ujar Wildan, Banjarmasin, Senin (17/6/2026).
Wildan menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025, anggota termuda Karang Taruna tingkat desa berusia 17 tahun. Dengan usia yang produktif, para anggota memiliki kreativitas, energi, serta jejaring yang kuat untuk mendukung program ketahanan pangan.
Ia mencontohkan, upaya sederhana seperti menanam cabai, tomat, maupun tanaman produktif lainnya di pekarangan rumah dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan kemandirian pangan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Selain ketahanan pangan, Wildan juga menyoroti persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian bersama, khususnya terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, kondisi darurat sampah yang terjadi di berbagai daerah justru dapat menjadi peluang bagi Karang Taruna untuk berinovasi.
“Permasalahan sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai. Pemanfaatan sampah tidak hanya memberikan manfaat bagi Karang Taruna, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Dirinya pun berharap, melalui pengembangan berbagai potensi yang ada di lingkungan sekitar, Karang Taruna dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan dan kemandirian desa, sehingga tingkat kesejahteraan sosial masyarakat semakin meningkat. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









