BPBD Kalsel Tangani Dua Titik Karhutla di Banjarbaru, Total Lahan Terbakar Capai 12,1 Hektare

BPBD Kalsel Tangani Dua Titik Karhutla di Banjarbaru, Total Lahan Terbakar Capai 12,1 Hektare

Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengendalian Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat menangani dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).

Dua titik kebakaran tersebut berada di kawasan Sungai Ulin dan di sekitar kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di jalan Aneka Tambang, seberang Akademi Kebidanan Banua Bina Husada Banjarbaru.

Koordinator TRC Pengendalian Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Sahri, mengatakan laporan pertama diterima dari kawasan Sungai Ulin pada pukul 13.47 WITA. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

“Di Sungai Ulin laporan masuk pukul 13.47. Luas lahan yang terbakar sekitar 10 hektare, dan yang berhasil dipadamkan rekan-rekan di lapangan sekitar 5 hektare. Alhamdulillah api sudah padam total,” ujar Sahri.

Ia menjelaskan, proses pemadaman di lokasi tersebut melibatkan personel BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kota Banjarbaru, BPBD Kabupaten Banjar, serta Manggala Agni yang bekerja secara terpadu hingga api berhasil dipadamkan.

Sementara itu, titik kebakaran kedua berada di kawasan dekat perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan atau seberang Akbid. Titik api pertama di lokasi tersebut membakar lahan seluas sekitar 0,5 hektare, sedangkan titik kedua mencapai sekitar 1,6 hektare.

Menurut Sahri, keberadaan titik api kedua diketahui saat tim patroli rutin melaksanakan pemantauan di wilayah tersebut. Laporan diterima sekitar pukul 14.40 WITA sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan.

“Informasi kami dapat saat patroli sekitar pukul 14.40. Di lokasi itu terdapat dua titik, masing-masing sekitar 0,5 hektare dan 1,6 hektare,” katanya.

Dalam upaya pemadaman di kawasan perkantoran, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan BPBD Kota Banjarbaru, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Selatan, serta personel Polri untuk mempercepat pengendalian api agar tidak meluas ke area sekitar.

Sahri menambahkan, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla, terutama di tengah meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau. Patroli rutin juga terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap munculnya titik api baru.

BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan. MC Kalsel/Fuz

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id