GAPKI Kalsel Siapkan Tim Damkar Hadapi Karhutla, Salurkan 20 Ribu Masker

GAPKI Kalsel Siapkan Tim Damkar Hadapi Karhutla, Salurkan 20 Ribu Masker

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Selain menyiapkan dukungan personel pemadam kebakaran dari perusahaan anggota GAPKI, organisasi tersebut juga menyalurkan sebanyak 20 ribu masker untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan asap.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalsel, Hairuddin, mengatakan penyaluran masker merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurutnya, sebanyak 17.500 masker sebelumnya telah diserahkan GAPKI Kalsel melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan BPBD Kalsel. Sementara 2.500 masker lainnya dibagikan langsung kepada masyarakat bersama DLH, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak), serta BPBD.

“Jadi total masker yang kami salurkan mencapai 20.000 pcs. Sebanyak 17.500 sudah kami serahkan melalui DLH dan BPBD, sedangkan 2.500 dibagikan langsung kepada masyarakat bersama DLH, Disbunnak dan BPBD Kalsel,” ujar Hairuddin, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).

Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai langkah perlindungan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap akibat karhutla.

Sebelumnya, Disbunnak Kalsel juga telah membagikan 2.500 masker secara gratis kepada masyarakat di halaman Kantor Disbunnak Kalsel.

Hairuddin menegaskan, kondisi kabut asap yang semakin terasa di sejumlah kawasan membutuhkan penanganan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat.

Tak hanya bantuan masker, GAPKI Kalsel juga menyatakan kesiapan untuk mendukung langsung upaya pemadaman karhutla di lapangan.

Kesiapan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan dan arahan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol, di Pos Pantau Banjarbaru pada Selasa (18/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, unsur pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, BNPB, perusahaan pertambangan, perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH), serta perusahaan anggota GAPKI Kalsel turut membahas langkah antisipasi dan penanggulangan karhutla.

Hairuddin mengatakan, perusahaan anggota GAPKI akan mengerahkan tim pemadam kebakaran untuk membantu penanganan karhutla di lapangan.

“Tim damkar dari anggota GAPKI akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu pemadaman karhutla. Kami juga aktif mulai 30 Agustus sampai 8 September 2026,” katanya.

Menurut Hairuddin, keterlibatan perusahaan di lapangan diharapkan dapat memperkuat sumber daya penanganan karhutla, khususnya dalam menghadapi titik kebakaran yang berada di kawasan sulit dijangkau.

Sementara itu, Kepala DLH Prov Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang telah ikut mendukung penanganan karhutla di Kalsel.

Ia menyebut, dukungan dari dunia usaha turut memperkuat personel yang tergabung dalam Satgas Darat penanganan karhutla.

“Termasuk dari GAPKI. Sehingga total ada delapan pihak perusahaan yang sudah bergabung di tim penanganan di Satgas Darat,” kata Rahmat.

Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id