







Satuan Tugas (Satgas) Udara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Selatan mengoperasikan tiga helikopter water bombing untuk memperkuat upaya pemadaman titik api, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat. Operasi udara juga didukung satu helikopter patroli dan satu pesawat patroli.
Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengatakan Satgas Udara telah beroperasi lebih dari satu bulan dan terus melakukan pemantauan serta pemadaman terhadap titik-titik api yang belum terjangkau personel di darat.
“Tim Satgas Udara melalui helikopter water bombing dan helikopter patroli memantau titik-titik api yang belum terlihat dari darat. Setelah ditemukan, informasinya ditindaklanjuti ke kabupaten dan kota masing-masing untuk operasi pemadaman,” ujar Ariansyah usai mengikuti Rapat Harian Satgas Udara Karhutla di Posko Satgas Udara FASI Syamsudin Noor Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026) pagi.
Menurutnya, water bombing menjadi salah satu strategi penting untuk menangani titik api yang tidak dapat dijangkau secara efektif oleh Satgas Darat. Kawasan Ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi salah satu prioritas pengawasan dan penanganan karena berkaitan dengan keselamatan serta kelancaran aktivitas penerbangan.
Dalam operasi sebelumnya, masing-masing helikopter telah melaksanakan dua sorti water bombing. Sejumlah titik berhasil dipadamkan, namun masih terdapat lokasi yang menyisakan asap tipis karena luasan area terbakar cukup besar sehingga membutuhkan penanganan lanjutan bersama tim Satgas Darat.
Berdasarkan spesifikasi armada yang dipasang di Posko Satgas Udara, tiga helikopter water bombing memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter. Armada tersebut terdiri dari helikopter MI-8AMT/RA-22834, UH-60L/N711BF, serta AS332C1 Super Puma/PK-DAN.
MI-8AMT memiliki kapasitas water bombing 4.000 liter dengan kecepatan jelajah 140 knot dan daya tahan penerbangan hingga lima jam. Sementara UH-60L juga memiliki kapasitas 4.000 liter, kecepatan jelajah 120 knot dan daya tahan lima jam.
Adapun AS332C1 Super Puma memiliki kapasitas angkut air 4.000 liter, kecepatan jelajah 90 knot dan daya tahan penerbangan sekitar 4,5 jam. Ketiga armada tersebut menjadi kekuatan utama Satgas Udara dalam mendukung pemadaman dari udara.
Ariansyah menyebutkan, dukungan armada akan kembali diperkuat dengan tambahan satu helikopter water bombing yang dijadwalkan tiba di Kalimantan Selatan pada Minggu (23/8/2026) dari Pekanbaru.
“Yang sudah dipastikan akan datang adalah satu helikopter dari Pekanbaru yang akan tiba di Kalsel besok untuk mendukung operasi,” katanya.
Selain armada water bombing, operasi pemantauan didukung helikopter patroli jenis Bell 206 Jet Ranger serta pesawat patroli C208B-EX. Pemantauan dari udara tersebut diharapkan dapat mempercepat identifikasi titik api dan menentukan lokasi yang membutuhkan intervensi pemadaman.
Ariansyah menambahkan, hingga Jumat (21/8/2026) tercatat lebih dari 1.600 kejadian karhutla di Kalsel dengan perkiraan luas terbakar sekitar 6.900 hektare. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Satgas Darat dan Satgas Udara di berbagai lokasi.
“Sebagian titik ditangani oleh Satgas Darat dan sebagian lainnya ditangani Satgas Udara. Titik-titiknya tersebar di sejumlah wilayah,” jelasnya.
Dengan kondisi cuaca yang masih relatif kering dan potensi hujan yang belum merata, BPBD Kalsel terus mengoptimalkan operasi darat dan udara. Ariansyah juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan pengguna transportasi. MC Kalsel/Fuz
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










