Melalui In House Training, Pemprov Kalsel Perkuat Kapasitas Pemadam Kebakaran dan Penyuluh Lapangan

Melalui In House Training, Pemprov Kalsel Perkuat Kapasitas Pemadam Kebakaran dan Penyuluh Lapangan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Melalui In House Training Diklat Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I dan Petugas Penyuluh Lapangan Tahun 2026, para peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas di lapangan.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, mengatakan kebakaran merupakan salah satu bencana yang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga dapat mengancam keselamatan jiwa serta merusak lingkungan.

“Oleh karena itu, diperlukan kesiapan dan kemampuan yang memadai dari seluruh petugas yang memiliki tanggung jawab dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” ujar Maulana, Banjarbaru, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, pelaksanaan In House Training menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia. Petugas pemadam kebakaran tidak hanya dituntut memiliki kemampuan memadamkan api, tetapi juga harus mampu melakukan penyelamatan, mitigasi risiko, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Selain itu, petugas penyuluh lapangan juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kebakaran sejak dini.

Maulana menambahkan, saat ini Kalsel mulai memasuki periode musim kemarau yang memerlukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan lebih tinggi. Berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan saat pembentukan Satgas Karhutla beberapa waktu lalu, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

“Kondisi tersebut tentunya meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun di wilayah hutan dan lahan. Karena itu, kehadiran petugas yang terlatih, tangguh, dan memiliki kompetensi yang memadai menjadi sangat penting,” katanya.

Ia menegaskan, setiap personel harus memiliki kesiapan fisik, mental, serta keterampilan yang baik agar mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan setiap materi, diskusi, dan praktik lapangan sebagai sarana meningkatkan kemampuan diri, sekaligus membangun semangat belajar, disiplin, kerja sama, dan solidaritas dalam penanganan kebakaran.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, narasumber, instruktur, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.

“Semoga seluruh rangkaian pelatihan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id