
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menegaskan bahwa setiap peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 harus mampu mengimplementasikan aksi perubahan yang telah disusun agar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan saat menjadi mentor dalam kegiatan Laporan Aksi Perubahan yang berlangsung di Kampus I BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (23/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Sekda Kalsel menjadi mentor bagi Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, yang memaparkan aksi perubahan sebagai upaya meningkatkan tata kelola rumah sakit sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.
Muhammad Syarifuddin mengapresiasi inovasi yang diusung Direktur RSGM Gusti Hasan Aman. Menurutnya, aksi perubahan yang disusun tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas selama mengikuti PKA, tetapi harus mampu diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.
“Hari ini kami menjadi mentor bagi salah satu peserta dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Direktur RSGM Gusti Hasan Aman. Beliau mengangkat aksi perubahan yang diharapkan mampu meningkatkan tata kelola rumah sakit sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan layanan konsultasi maupun pengobatan kesehatan gigi dan mulut,” ujar Syarifuddin.
Ia menekankan bahwa setiap aksi perubahan memiliki tahapan pengembangan, mulai dari program jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Oleh karena itu, implementasi harus terus dilanjutkan setelah pelatihan selesai agar mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
“Jangan berhenti pada aksi perubahan semata. Program-program yang telah dirancang harus benar-benar diimplementasikan dan terus dikembangkan agar memberikan dampak positif bagi organisasi,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan implementasi aksi perubahan di lingkungan rumah sakit juga akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta mendukung peningkatan pendapatan rumah sakit sebagai salah satu Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, Syarifuddin berharap seluruh peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 menjadikan aksi perubahan sebagai bagian dari budaya kerja di instansi masing-masing.
“Kami mengharapkan seluruh peserta PKA benar-benar menerapkan hasil implementasi aksi perubahan ini. Jangan hanya mengejar kelulusan pelatihan, tetapi pastikan inovasi tersebut diterapkan sehingga memberikan dampak bagi SKPD, rekan kerja, hingga pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









