Beranda / Pemerintahan / Pameran Tunggal “Intan Banua” Muslim Anang Abdullah Hadirkan Lebih dari 40 Karya di Taman Budaya Kalsel

Pameran Tunggal “Intan Banua” Muslim Anang Abdullah Hadirkan Lebih dari 40 Karya di Taman Budaya Kalsel

Pameran Tunggal “Intan Banua” Muslim Anang Abdullah Hadirkan Lebih dari 40 Karya di Taman Budaya Kalsel

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Taman Budaya Kalsel terus membuka ruang bagi para seniman lokal untuk berkarya dan mengekspresikan gagasan melalui berbagai karya seni.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pameran seni lukis tunggal karya perupa lokal, Muslim Anang Abdullah, yang digelar di Gedung Wargasari Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin, Jumat (11/9/2026).

Pameran tersebut tidak hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan gagasan, pesan, serta rekam jejak kehidupan dan kebudayaan masyarakat Kalimantan Selatan yang dituangkan Muslim Anang Abdullah melalui karya-karyanya.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, mengapresiasi terselenggaranya pameran tunggal tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi seniman untuk menunjukkan karya sekaligus mendorong seniman lainnya agar lebih aktif berkegiatan di Taman Budaya.

“Alhamdulillah, karya-karya Pak Anang kali ini kita sangat mengapresiasi kegiatan beliau di UPT Taman Budaya. Sehingga ini memberikan motivasi kepada seniman-seniman lain untuk berkegiatan di UPTD Taman Budaya ini,” ujar Rizal.

Ia menegaskan, Taman Budaya Kalsel akan terus memberikan ruang dan panggung bagi para seniman untuk menampilkan karya mereka. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak kegiatan seni dan budaya yang dapat dinikmati masyarakat.

“Tentunya di Taman Budaya akan selalu memberikan ruang dan panggung kepada seniman-seniman lain, memberikan mereka tempat, sehingga kegiatan-kegiatan ini bisa teragenda di UPT Taman Budaya,” tambahnya.

Rizal menyebutkan, pameran seni lukis tersebut terbuka untuk masyarakat umum, khususnya warga Kalsel. Selain masyarakat, kegiatan ini juga melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah agar mereka dapat melihat dan mengapresiasi karya seni secara langsung.

“Kemarin Pak Anang juga mengundang anak-anak dari sejumlah sekolah untuk melihat karya seni lukis yang beliau tampilkan,” jelasnya.

Sementara itu, Muslim Anang Abdullah menjelaskan, pameran tersebut mengangkat tajuk “Intan Banua” yang memiliki makna khusus. Tema tersebut tidak hanya menggambarkan intan sebagai salah satu ikon Kalimantan Selatan, tetapi juga dimaknai sebagai representasi tokoh-tokoh penting yang menjadi “permata” Banua.

Salah satu ikon utama dalam pameran tersebut adalah sosok Datu Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Menurut Muslim, tokoh tersebut dipilih sebagai representasi “permata Banua” dalam bidang keilmuan.

“Pemilihan tajuk ‘Intan Banua’ diambil dari salah satu ikon karya yang mengangkat sosok Datu Kalampayan (Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari), yang dianggap sebagai permata ilmu pengetahuan Banua,” jelas Muslim Anang.

Ia mengatakan, Datu Kalampayan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan keilmuan Islam. Karya-karya tulisnya tersebar luas hingga berbagai wilayah dan menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah keilmuan Banua.

“Sebenarnya ada beberapa lukisan yang jadi ikon, tetapi kita mengangkat Datu Kalampayan. Karena Datu Kalampayan ini dilambangkan sebagai permata Banua dari keilmuan sidin (beliau),” ujarnya.

Dalam proses penciptaan lukisan tersebut, Muslim Anang Abdullah melakukan penelusuran terhadap berbagai sumber, termasuk tulisan-tulisan dan kitab karya Datu Kalampayan. Ia juga menggunakan sejumlah referensi visual untuk membangun gambaran mengenai sosok yang dituangkannya ke dalam kanvas.

“Waktu melukis sidin, kita pelajari dari tulisan-tulisan beliau. Selain itu, kita juga mencari referensi di Google dan media sosial, sehingga kita bisa membayangkan bagaimana wajahnya dari referensi yang kita dapat, dan jadilah lukisan yang kita pamerkan hari ini,” imbuhnya.

Pameran tunggal tersebut menampilkan lebih dari 40 karya yang terdiri atas lukisan terbaru yang dibuat pada 2026 serta sejumlah karya lama dari 2018. Selain Datu Kalampayan, Muslim juga menghadirkan potret sejumlah tokoh budaya, ulama, dan tokoh nasional, di antaranya Abah Guru Sekumpul, Agus Salim, serta tokoh inspiratif lainnya.

Melalui pameran ini, Muslim berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, dapat mengenal lebih dekat sosok para ulama dan tokoh Banua serta mengambil keteladanan dari perjalanan hidup mereka.

Bagi sang perupa, pameran tersebut juga menjadi bagian dari upaya merawat ingatan tentang tokoh dan kebudayaan Banua melalui karya seni. Sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban moral seorang perupa terhadap karya-karya yang telah diciptakan dan gagasan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id