







Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya sukses menggelar pementasan sastra dalam rangka memperingati Hari Puisi di Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026) malam. Mengusung tema “Puisi dalam Banyak Wajah”, kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap keragaman bentuk, makna, dan ekspresi sastra.
Pementasan sastra yang terselenggara atas kerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Banjarmasin tersebut dihadiri para seniman, sastrawan, budayawan, akademisi, pelajar, serta masyarakat umum yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Tingginya antusiasme peserta dan masyarakat terlihat saat sesi Gemuruh Puisi, di mana para penyair dan penikmat sastra bersama-sama membacakan puisi dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan dari SMAN 3 Banjarmasin, Teater Ikalisasi Puisi Selendang dari Tanah Laut, SMAN 3 Martapura, serta pembacaan puisi oleh sejumlah penyair dan pegiat sastra, di antaranya Om Miki, Fatimah, Yadi, dan para pembaca puisi lainnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Rizal Pahmi, melalui Kepala Seksi Pengembangan dan Pergelaran, Isra Biadillah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan peringatan Hari Puisi tahun ini.
Menurut Isra, tema “Puisi dalam Banyak Wajah” mengajak masyarakat memahami bahwa puisi tidak pernah hadir dalam satu bentuk, satu suara, ataupun satu sudut pandang.
“Puisi memiliki banyak wajah; wajah kemanusiaan, cinta, alam, kesejahteraan, kritik sosial, harapan, kegelisahan, hingga wajah kebudayaan yang terus tumbuh mengikuti zamannya,” ujar Isra.
Ia menambahkan, di tengah kehidupan yang bergerak semakin cepat, puisi memiliki peran penting untuk mengingatkan manusia agar tetap peka terhadap berbagai persoalan dan mampu melihat hal-hal yang kerap luput dari perhatian.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi yang inklusif bagi para sastrawan dan masyarakat untuk saling berbagi gagasan serta pengalaman kreatif, tetapi juga mampu memperkuat ekosistem sastra dan menginspirasi generasi muda agar semakin mencintai sastra sebagai bagian dari identitas budaya bangsa,” pungkasnya. MC Kalsel/Jml
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id









