RSJ Sambang Lihum Perluas Fungsi Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Jiwa

RSJ Sambang Lihum Perluas Fungsi Sebagai Pusat Informasi Kesehatan Jiwa

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, menegaskan pentingnya transformasi layanan kesehatan jiwa agar tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan literasi kesehatan mental bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Forum Konsultasi Publik di Aula Trias Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Rabu (13/5/2026).

Dalam sambutannya, Diauddin mengatakan, rumah sakit di era saat ini memiliki peran yang semakin luas, tidak hanya memberikan pelayanan medis kepada pasien, namun juga membangun pemahaman masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan mental.

Menurutnya, edukasi kesehatan jiwa menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengikis stigma negatif terhadap orang dengan gangguan kejiwaan.

“Rumah sakit tidak lagi hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga harus mampu hadir sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat. Pemahaman mengenai kesehatan mental perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin peduli terhadap kondisi psikologis diri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih humanis, inklusif, dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Selain kualitas layanan medis, menurut Diauddin, fasilitas kesehatan juga dituntut mampu membangun komunikasi yang baik, memberikan edukasi, serta menghadirkan pendekatan sosial yang lebih dekat dengan masyarakat.

Karena itu, RSJ Sambang Lihum diharapkan dapat mengembangkan berbagai program literasi kesehatan mental melalui sosialisasi, konsultasi publik, hingga edukasi berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“RSJ Sambang Lihum diharapkan tidak hanya dikenal sebagai rumah sakit rujukan kesehatan jiwa, tetapi juga menjadi pusat informasi dan pembelajaran kesehatan mental bagi masyarakat Banua,” katanya.

Forum Konsultasi Publik tersebut juga menjadi ruang dialog antara pihak rumah sakit, tenaga kesehatan, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dalam menyampaikan masukan dan saran terhadap peningkatan mutu pelayanan di RSJ Sambang Lihum.

Melalui kegiatan itu, Pemprov Kalsel berharap pelayanan kesehatan jiwa di daerah dapat terus berkembang menjadi lebih profesional, responsif, terbuka, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dengan penguatan fungsi edukasi dan literasi kesehatan mental, diharapkan RSJ Sambang Lihum mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa,” tutup Diauddin. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id