







Di tengah berbagai tantangan pemenuhan kebutuhan pangan, keluarga dinilai memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Untuk itu, Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel terus memperkuat kapasitas kader agar mampu menjadi penggerak kemandirian pangan di lingkungan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Ketahanan Pangan Keluarga Tahun 2026 yang diikuti pengurus TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin.
Ketua TP PKK Kalsel, Hj Fathul Jannah Muhidin yang diwakili Sekretaris TP PKK Kalsel, Rachmah Norlias, mengatakan sinergi antara TP PKK dan DPKP Kalsel menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas dan mandiri.
Menurutnya, dukungan berbagai pihak terhadap program PKK, khususnya Pokja III yang membidangi pangan, sandang, serta tata laksana rumah tangga, menjadi modal berharga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Rachmah, Rabu (17/6/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah berbagi pengalaman antar kader PKK dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Ia menegaskan, peran kader PKK sangat strategis dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah, pengembangan pangan lokal, hingga peningkatan ekonomi keluarga melalui berbagai program yang berbasis masyarakat.
“Program ketahanan pangan sejalan dengan 10 Program Pokok PKK. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan sehat merupakan langkah nyata yang dapat memperkuat kemandirian pangan keluarga,” katanya.
Sementara itu, Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas kader PKK merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Kami berharap para kader dapat menjadi pelopor dalam menyebarluaskan pengetahuan terkait ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan sumber daya lokal, serta edukasi gizi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader PKK dalam mendukung program ketahanan pangan keluarga, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TP PKK, serta menumbuhkan inovasi dalam pengembangan pangan berbasis keluarga dan masyarakat.
Sebanyak 28 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Pokja III TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan serta perwakilan TP PKK kabupaten/kota mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui tema “Keanekaragaman Pangan Keluarga”, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai diversifikasi pangan, pemanfaatan potensi lokal, dan strategi membangun kemandirian pangan keluarga yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini para kader mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya konsumsi pangan yang sehat dan beragam, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kalimantan Selatan dari tingkat keluarga,” katanya. MC Kalsel/tgh
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










