Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Regional Banjarbakula diperkirakan hanya mampu bertahan hingga tahun 2028 apabila pola pengelolaan sampah saat ini tidak segera diubah. Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya beban sampah dari Kota Banjarmasin.
Kepala UPTD TPAS Banjarbakula, Agung Sriyono, mengungkapkan bahwa saat ini volume sampah dari Banjarmasin yang masuk ke TPA mencapai sekitar 225 hingga 240 ton per hari.
“Ini sudah melebihi kesepakatan awal, namun mereka (DLH Banjarmasin) minta kebijakan karena masih dalam proses pembenahan dan akan melakukan perbaikan ke depan,” ujar Agung, Banjarbaru, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah penutupan TPA Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga seluruh sampah dari Banjarmasin dialihkan ke TPA Regional Banjarbakula. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan terhadap kapasitas landfill.
Menurut hasil kajian teknis, umur operasional TPAS Banjarbakula diperkirakan hanya sampai 2028 jika tidak ada perubahan signifikan dalam pola pengelolaan sampah.
“Ini waktunya cukup pendek, sehingga kita harus melakukan langkah cepat dan revolusioner untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” jelasnya.
Agung menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber, terutama di tingkat rumah tangga dan kota penghasil sampah. Berdasarkan sampel yang dilakukan, dari satu truk sampah sekitar 2,8 ton, separuhnya sebenarnya masih bisa dipilah dan tidak perlu dibuang ke TPA.
“Artinya bisa dihemat, dan umur landfill juga bisa lebih panjang,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa kebijakan ke depan tidak lagi berfokus pada perluasan TPAS atau pembangunan landfill baru, melainkan pada penerapan teknologi dan inovasi pengelolaan sampah.
“Menambah landfill baru bukan solusi jangka panjang. Itu hanya menunda masalah. Kita perlu teknologi pengolahan sampah, termasuk pemanfaatan plastik menjadi barang bernilai atau bahan bakar alternatif,” ujarnya.
Agung berharap seluruh pemerintah daerah, khususnya Kota Banjarmasin, dapat memperkuat sistem pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber agar beban TPAS Regional Banjarbakula tidak semakin berat.
“Jangan semua sampah langsung diangkut ke TPAS. Harus ada pemilahan dulu, agar yang masuk hanya residu,” pungkasnya. MC Kalsel/Rns
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










