WFH di PPRSLU Budi Sejahtera Tetap Jaga Layanan Lansia, Efektivitas dan Efisiensi Jadi Evaluasi

WFH di PPRSLU Budi Sejahtera Tetap Jaga Layanan Lansia, Efektivitas dan Efisiensi Jadi Evaluasi

Kepala Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera, Hairun Nisa, memastikan penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di lingkungan panti berjalan sesuai dengan surat edaran dan arahan pimpinan.

Menurutnya, kebijakan tersebut tetap mengedepankan pengawasan internal oleh kepala panti guna mengukur efektivitas kinerja pegawai serta efisiensi penggunaan anggaran.

“Melalui penerapan WFH ini, kami ingin melihat sejauh mana efektivitasnya bagi seluruh karyawan, sekaligus efisiensi anggaran, karena ada beberapa item pengeluaran seperti listrik dan operasional yang penggunaannya berkurang,” ujar Nisa, Banjarbaru, Jumat (24/4/2026).

Namun demikian, Nisa menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak berdampak pada layanan utama panti. Seluruh pelayanan kepada warga lanjut usia tetap berjalan normal dengan sistem jadwal yang telah diatur.

“Petugas seperti perawat, sekuriti, dan administrasi tetap memiliki jadwal kerja yang berjalan seperti biasa. Jadi WFH hanya berlaku bagi pegawai yang tidak memiliki jadwal khusus,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan koordinasi tetap dilakukan melalui pertemuan daring, sementara untuk mekanisme pelaporan ke depan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan.

Di sisi lain, kondisi kesehatan para lansia di panti juga menjadi perhatian utama. Hairun Nisa menyebutkan, sebagian besar penghuni yang menjalani perawatan intensif atau total care disebabkan oleh faktor usia lanjut serta penyakit seperti stroke dan hipertensi.

“Rata-rata karena faktor usia dan penyakit seperti stroke, sehingga mereka tidak lagi memiliki kemampuan bergerak secara normal dan harus menjalani perawatan penuh di tempat tidur,” ungkapnya.

Untuk memastikan pelayanan optimal, pihak panti menyiagakan tenaga perawat yang bekerja secara bergiliran dalam tiga shift selama 24 jam.

Selain itu, kegiatan rutin bagi lansia tetap dilaksanakan, termasuk senam pagi. Jadwal tersebut tidak terpengaruh oleh kebijakan WFH karena tetap didukung oleh petugas yang sedang bertugas di lapangan.

“Senam lansia tetap berjalan seperti biasa. Petugas yang piket akan mendampingi, termasuk pengasuh yang setiap hari hadir di wisma masing-masing,” tambahnya.

Dengan sistem yang berjalan tersebut, pihaknya memastikan tidak ada kendala berarti dalam penerapan WFH, sekaligus menjaga kualitas pelayanan bagi para lansia tetap optimal. MC Kalsel/Rns

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id