



Badan Pengelola Geopark Meratus bersama PT Angkasa Pura I (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Syamsudin Noor menggelar rapat audiensi dan koordinasi terkait pengelolaan serta pengembangan aset Geopark Meratus di kawasan bandara. Kegiatan berlangsung di Kantor Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (25/5/2026) kemarin.
Audiensi tersebut membahas penguatan kerja sama pengelolaan fasilitas dan aset Geopark Meratus yang telah dibangun di Bandara Syamsudin Noor sebagai bagian dari promosi Meratus UNESCO Global Geopark kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan selaku Wakil Sekretaris Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark, Theodorik Rizal Manik menyampaikan, pihak Angkasa Pura melakukan audiensi guna membahas keberlanjutan pengelolaan aset-aset Geopark yang berada di kawasan Bandara Syamsudin Noor.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sejak 2024 hingga 2025 terus memperkuat promosi Geopark Meratus melalui berbagai fasilitas di bandara. Upaya tersebut dilakukan agar wisatawan yang pertama kali tiba di Kalimantan Selatan dapat langsung mengenal identitas Geopark Meratus.
“Mulai dari tarian, makanan hingga berbagai ornamen dan fasilitas yang telah dibangun di Bandara Syamsudin Noor sudah menggambarkan Geopark Meratus. Jadi ketika orang datang ke Kalimantan Selatan, mereka langsung mendapatkan informasi tentang Geopark,” ujarnya di Banjarbaru, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, keberadaan Bandara Syamsudin Noor yang berada di dalam kawasan Geopark Meratus menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan kawasan geopark lain di Indonesia.
“Di Indonesia, kawasan geopark yang memiliki bandara di dalam kawasannya hanya ada di Meratus. Ini menjadi salah satu poin penting dalam promosi Geopark Meratus,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Geopark Meratus diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata dan meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara yang memiliki minat terhadap wisata alam, geologi, dan aktivitas petualangan.
“Harapannya dengan adanya Geopark ini, wisatawan khususnya mancanegara semakin tertarik datang ke Kalimantan Selatan. Karena wisata Geopark ini lebih banyak diminati wisatawan dengan minat khusus seperti hiking, wisata alam dan geologi,” tambahnya.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas evaluasi terhadap kerja sama yang telah berjalan antara Badan Pengelola Geopark Meratus dan PT Angkasa Pura I. Saat ini kedua belah pihak telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlaku hingga tahun 2027.
Namun demikian, pihaknya berencana melakukan penyesuaian terhadap PKS guna memperjelas mekanisme pengelolaan dan perawatan aset Geopark di Bandara Syamsudin Noor.
“Ke depan kita ingin ada kerja sama pengelolaan yang lebih jelas, sehingga apabila terdapat kerusakan atau kebutuhan perawatan aset Geopark di bandara dapat langsung ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihak Angkasa Pura menyampaikan adanya beberapa fasilitas Geopark yang memerlukan perawatan, termasuk panel elektronik yang mengalami gangguan akibat faktor usia sehingga sementara waktu dimatikan demi alasan keamanan.
“Hal-hal seperti perawatan inilah yang nantinya akan kita tindak lanjuti bersama agar fasilitas Geopark di bandara tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










