Beranda / Pemerintahan / BRIDA Kalsel Diseminasi Enam Hasil Kajian untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Data

BRIDA Kalsel Diseminasi Enam Hasil Kajian untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Data

BRIDA Kalsel Diseminasi Enam Hasil Kajian untuk Perkuat Kebijakan Berbasis Data

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pemanfaatan hasil riset sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah yang tepat sasaran, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus mempertemukan pengetahuan, temuan riset, dan kebutuhan kebijakan daerah agar dapat ditindaklanjuti oleh perangkat daerah maupun pemangku kepentingan terkait.

Kepala BRIDA Provinsi Kalsel, Thaufik Hidayat, melalui Kepala Bidang Kerja Sama dan Diseminasi BRIDA Kalsel, Nurhidayati, menyampaikan bahwa diseminasi hasil kajian merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas pokok BRIDA sebagai penggerak utama inovasi daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Diseminasi hasil kajian mempunyai peran penting dalam menyebarluaskan informasi dan temuan inovatif agar dapat dipahami dan dimanfaatkan baik oleh SKPD teknis maupun masyarakat luas yang memperoleh manfaat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan Kalimantan Selatan yang semakin signifikan turut menghadirkan berbagai persoalan yang membutuhkan solusi komprehensif dan mampu mengakomodasi kepentingan pemerintah, swasta, maupun masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kegiatan penelitian dan pengembangan memiliki posisi strategis sebagai think tank sekaligus penggerak kegiatan kelitbangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Riset dan inovasi daerah harus mampu memberikan solusi pemecahan masalah yang dapat dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan strategis di daerah, terutama dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan melalui research based policy,” jelasnya.

Pada kegiatan tersebut, BRIDA Kalsel mendiseminasikan enam hasil kajian yang dilaksanakan pada tahun 2025. Keenam kajian tersebut meliputi Evaluasi Kebijakan dan Sistem Pengelolaan UPTD dalam Meningkatkan Pendapatan Daerah di Kalsel, Pengembangan Corporate Farming dalam Peningkatan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat di Kalsel, serta Program Pengentasan Kemiskinan pada Masyarakat Rentan Miskin dan Calon Kelas Menengah di Kalsel.

Selanjutnya, kajian yang turut dipaparkan yakni Pengembangan Model Pesantren Modern Berbasis Kearifan Lokal di Kalsel; Implementasi Kebijakan Pengendalian HIV/AIDS di Provinsi Kalsel; serta Indeks Pembangunan Pemuda di Provinsi Kalsel.

Menurut Nurhidayati, hasil kajian tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian dan penyampaian informasi, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan rekomendasi dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan daerah.

“Harapannya diperoleh pemahaman terhadap hasil kajian, terjalinnya koordinasi dan sinergitas antar-SKPD maupun stakeholder terkait dalam penyelenggaraan kelitbangan, serta pemanfaatan dan tindak lanjut hasil kajian sebagai bahan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah saat ini berlangsung dalam lingkungan yang semakin dinamis. Perubahan ekonomi global, perkembangan teknologi, transformasi digital, perubahan iklim, ketahanan pangan dan energi, dinamika demografi, hingga tuntutan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru bagi pemerintah daerah.

Karena itu, kebijakan pembangunan dinilai perlu didukung oleh informasi yang akurat, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta hasil penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat.

“Riset memberikan kita kemampuan untuk memahami persoalan secara lebih objektif, data memberikan dasar untuk melihat kondisi secara lebih akurat, dan inovasi memberikan jalan untuk mengubah pengetahuan dan hasil kajian tersebut menjadi solusi yang lebih efektif, efisien, dan berdampak,” tuturnya.

Lebih lanjut, penelitian diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan fundamental pembangunan, mulai dari peningkatan produktivitas ekonomi daerah, penguatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan kemiskinan dan ketimpangan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas lingkungan hidup, hingga optimalisasi pelayanan publik.

Melalui kegiatan diseminasi ini, BRIDA Kalsel juga mendorong para pemangku kepentingan untuk menggali potensi riset serta membangun sinergi dalam mendukung kemajuan Kalimantan Selatan.

Hasil kajian diharapkan dapat memperkuat proses perencanaan pembangunan agar semakin relevan dengan kebutuhan dan persoalan lokal, sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berbasis data ilmiah.

“Diseminasi pada hari ini menjadi penting karena merupakan titik temu antara pengetahuan dan hasil riset sebagai jembatan menuju rekomendasi kebijakan serta penyebaran informasi, dengan harapan memberikan kontribusi positif untuk Banua Kalimantan Selatan,” pungkasnya. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id