Dilantik Ketua Kwarnas, Muhidin Dorong Pramuka Kalsel Lestarikan Budaya dan Cegah Narkoba

Dilantik Ketua Kwarnas, Muhidin Dorong Pramuka Kalsel Lestarikan Budaya dan Cegah Narkoba

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komjen Pol. (Purn.) Budi Waseso, resmi melantik Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Kalsel periode 2026-2030. Pelantikan berlangsung khidmat di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (25/7/2026).

Setelah dilantik sebagai Ketua Mabida Gerakan Pramuka Kalsel, H. Muhidin kemudian melantik Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel periode 2026-2030.

Selanjutnya, Hj. Fathul Jannah Muhidin melantik para pengurus Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Dalam arahannya, Budi Waseso mengatakan, pelantikan tersebut dilakukan untuk memastikan estafet kepemimpinan dan roda organisasi Gerakan Pramuka di Kalimantan Selatan terus berjalan dengan baik.

“Pelantikan ini berlandaskan hasil Musyawarah Daerah (Musda) Kalsel yang sebelumnya telah sukses memilih jajaran pengurus baru. Berdasarkan hasil tersebut, posisi Ketua Kwarda Kalsel dipercayakan kepada figur yang terpilih secara demokratis melalui forum Musda,” ujar Budi.

Menurutnya, pelantikan juga dilakukan untuk mengisi kepengurusan sekaligus memastikan kesiapan Gerakan Pramuka di daerah dalam menghadapi agenda nasional dalam waktu dekat.

Ia menyebutkan, pada 14 Agustus 2026 akan diperingati Hari Pramuka ke-65. Selain itu, pada 13 Agustus 2026 juga dijadwalkan pembukaan Jambore Nasional (Jamnas) ke-12 di Jakarta Timur.

“Oleh karena itu, seluruh kepengurusan Pramuka di daerah ditegaskan harus sudah dilantik dan terbentuk agar siap menghadapi agenda-agenda besar tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Mabida Gerakan Pramuka Kalsel, H. Muhidin, berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan kebudayaan lokal sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan rokok elektrik.

Ia meminta pengurus baru tidak hanya fokus pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga aktif menampilkan seni dan budaya khas daerah agar tetap lestari dan tidak tergerus zaman.

“Jangan hanya kita di Pramuka, kita juga bisa mengangkat budaya-budaya Kalimantan Selatan. Jadi, kita tampilkan budaya-budaya kita agar jangan sampai budaya kita ditinggalkan,” ujarnya.

Selain pelestarian budaya, isu pencegahan narkoba dan penyalahgunaan zat adiktif juga menjadi perhatian. Maraknya peredaran narkotika serta tren penggunaan rokok elektrik di kalangan anak muda mendorong Gerakan Pramuka Kalsel untuk mengambil peran aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Tadi kita bekerja sama dengan BNN dalam upaya pencegahan narkoba. Mudah-mudahan Pramuka bisa mempelopori gerakan untuk menjauhi narkoba,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin. Ia berkomitmen melestarikan kebudayaan lokal sesuai arahan Ketua Mabida Gerakan Pramuka Kalsel.

Menurutnya, menjaga eksistensi kesenian tradisional sangat penting agar tidak ditinggalkan oleh perkembangan zaman.

“Alhamdulillah, kita mendapat arahan langsung dari Kak Muhidin selaku Ketua Mabida Kalsel untuk turut melestarikan dan tidak meninggalkan kesenian serta budaya lokal,” jelasnya.

Melalui sinergi dengan berbagai pihak, kepengurusan baru Gerakan Pramuka Kalsel optimistis dapat terus mencetak generasi muda yang berkarakter, mencintai budaya lokal, serta menjauhi narkoba dan berbagai zat adiktif. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id