Dinas Pariwisata Kalsel Perkuat Kapasitas Pemandu Geowisata di Kawasan Geopark Meratus

Dinas Pariwisata Kalsel Perkuat Kapasitas Pemandu Geowisata di Kawasan Geopark Meratus

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemandu Geowisata di Kawasan Meratus UNESCO Global Geopark (UGGp) 2026.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh sekitar 90 peserta. Dari total tersebut, 54 orang merupakan pemandu lokal yang mewakili setiap titik geosite di kawasan Geopark Meratus, sementara sisanya berasal dari perwakilan Dinas Pariwisata di 13 Kabupaten/Kota serta SKPD terkait di lingkup Pemprov Kalsel.

​Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, Iwan Fitriady menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang secara komprehensif, mencakup sesi teori di dalam ruangan dan studi lapangan pada hari berikutnya.

​”Kami menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, mulai dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, perwakilan Kementerian Pariwisata, hingga pengelola Batur UNESCO Global Geopark Bali. Kami ingin para pemandu kita belajar langsung dari mereka yang sudah berpengalaman mengelola Geopark kelas dunia,” ujar Iwan, Banjarmasin, Senin (4/5/2026).

Lebih jauh, Iwan menjelaskan peran pemandu wisata bukan sekadar menunjukkan keindahan alam, melainkan menjadi garda terdepan dalam menceritakan sejarah bumi yang telah berusia ratusan juta tahun.

​”Geowisata bukan hanya soal keindahan visual atau ‘spot foto’. Geowisata adalah narasi tentang hubungan antara bumi, manusia, dan budaya,” tuturnya.

​Pelatihan ini berfokus pada tiga pilar utama, yakni peningkatan standar layanan berbasis protokol internasional UNESCO yang menekankan edukasi dan konservasi, adaptasi teknologi melalui pemanfaatan platform digital untuk memperkaya narasi geowisata, serta penguatan kesadaran lingkungan dengan penerapan prinsip zero waste di jalur pendakian dan situs geologi.

Melalui pelatihan ini para pemandu diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam kepada wisatawan agar kepulangan mereka tidak hanya membawa dokumentasi foto, tetapi juga kesadaran akan pentingnya menjaga warisan dunia.

​”Pengunjung tidak boleh pulang hanya dengan membawa foto, tetapi harus membawa pemahaman bahwa Meratus adalah warisan dunia yang harus dijaga,” tegasnya.

​Melalui pelatihan ini, Kalimantan Selatan bertekad membuktikan kepada dunia bahwa Provinsi Kalsel memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional, ramah, dan berstandar global dalam mengelola potensi pariwisata. MC Kalsel/Jml

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id