Siapkan ASN Tanggap Bencana, BPSDMD Kalsel Gelar Pelatihan Dasar Manajemen Bencana

Siapkan ASN Tanggap Bencana, BPSDMD Kalsel Gelar Pelatihan Dasar Manajemen Bencana

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pembukaan Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Angkatan I bagi ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus I BPSDMD Provinsi Kalsel, Senin (4/5/2026).

Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap bencana alam. Hal ini disebabkan oleh letak geografis Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik serta menjadi titik temu tiga lempeng tektonik aktif, yaitu Australia, Eurasia, dan Pasifik.

“Pergeseran sekecil apa pun pada lempeng-lempeng tersebut berpotensi memicu bencana. Oleh karena itu, pelatihan dasar manajemen bencana bagi peserta dari SKPD menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pelatihan ini bukan karena mengharapkan terjadinya bencana, melainkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai potensi risiko di masa depan.

“Data menunjukkan tren peningkatan siklus bencana yang cukup memprihatinkan. Pada tahun 2020 tercatat 3.250 kejadian bencana atau sekitar sembilan kali per hari. Angka ini meningkat menjadi 3.472 kejadian pada tahun 2024, dan melonjak drastis pada tahun 2025 dengan 4.727 kejadian atau rata-rata 13 kali bencana setiap harinya,” jelasnya.

Menurutnya, fakta tersebut harus menjadi perhatian serius karena dampak bencana tidak hanya terbatas pada kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi, tetapi juga menimbulkan dampak sosial jangka panjang bagi masyarakat.

“Sekitar 80 persen dampak bencana dapat menjadi jauh lebih buruk jika tidak diantisipasi sejak dini. Oleh karena itu, langkah mitigasi dan peningkatan kapasitas SDM menjadi sangat penting untuk mengurangi risiko yang lebih besar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Faried menekankan pentingnya peran ASN dalam upaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan kerja masing-masing.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap ASN tidak hanya memahami tugas administratif, tetapi juga memiliki kapasitas dalam merespons situasi darurat, khususnya kebencanaan, secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Ia juga berharap para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di instansi masing-masing.

“Pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan agen-agen kesiapsiagaan bencana di setiap SKPD, sehingga upaya mitigasi dan penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan efektif di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Angkatan I ini dilaksanakan selama lima hari dan diikuti oleh 30 peserta ASN dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. MC Kalsel/dam

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id