Kesiapan lahan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan masuknya investasi di sektor perikanan, khususnya pengembangan budidaya ikan gabus di Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, Endri, saat menjelaskan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam menarik investor ke sektor tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan kawasan budidaya yang siap dikembangkan sehingga dapat memberikan kepastian kepada calon investor.
“Kalau berbicara investasi, yang pertama harus diperhatikan pemerintah daerah, khususnya kabupaten dan kota, adalah kesiapan lahannya. Karena itu menjadi salah satu pertimbangan utama investor sebelum masuk,” ujar Endri di Banjarbaru, Selasa (28/7/2026).
Selain kesiapan lahan, ia mengatakan budidaya ikan gabus juga masih menghadapi tantangan teknis, mulai dari ketersediaan benih, metode budidaya hingga teknologi pakan yang sesuai dengan karakter ikan gabus sebagai ikan predator.
Menurutnya, pendampingan kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting agar produksi budidaya dapat meningkat.
“Budidaya ikan gabus saat ini masih terbatas karena minimnya pengetahuan dan pendampingan. Mulai dari penyediaan benih, teknologi budidaya hingga pakan masih perlu terus dikembangkan agar produksinya meningkat,” katanya.
DPMPTSP sendiri telah mengidentifikasi sejumlah kawasan potensial untuk pengembangan budidaya, tidak hanya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tetapi juga di Kabupaten Tanah Bumbu.
Endri menyebut kawasan Batulicin telah memiliki kajian awal dan potensi lahan yang cukup baik untuk dikembangkan, meskipun hingga kini investor masih melakukan kajian lebih lanjut terhadap karakteristik wilayah tersebut.
“Kami sudah mengarahkan pengembangan ke Batulicin karena lahannya tersedia dan kajiannya sudah ada. Namun investor masih melihat kesesuaian kondisi lahan karena karakter ikan gabus di rawa dan wilayah pesisir memiliki perbedaan,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat mempercepat penyediaan kawasan budidaya sehingga investasi di sektor perikanan dapat segera terealisasi. MC Kalsel/dam
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










