
Pembina Kerukunan Wanita Tapin (KWT) Tapin, Masrupah Syarifuddin, mengajak masyarakat untuk semakin bijak menggunakan media sosial di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Pesan tersebut disampaikannya dalam momentum Ulang Tahun ke-31 KWT Tapin. Menurut Masrupah, kemudahan masyarakat dalam menyampaikan informasi dan berkomentar di media sosial harus diiringi dengan tanggung jawab serta etika.
“Di era digitalisasi ini, mari kita bijak dalam bermedia sosial. Bijak dalam memberikan komentar, jangan sampai apa yang kita sampaikan justru menimbulkan persoalan, menyebarkan informasi yang tidak benar, atau menyakiti orang lain,” pesannya di Banjarmasin, Kamis (10/9/2026).
Selain mengingatkan penggunaan media sosial secara positif, Masrupah juga menaruh perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi tantangan bersama.
Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, mengingat dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan, aktivitas masyarakat, serta kualitas udara.
“Jangan ada yang membakar hutan dan lahan. Ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi menyangkut kepentingan dan keselamatan kita bersama. Mari kita jaga lingkungan dan jangan melakukan pembakaran yang dapat memicu karhutla,” tegasnya.
Masrupah juga mengingatkan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2016 tentang Hukum Pembakaran Hutan dan Lahan serta Pengendaliannya, yang antara lain menyatakan bahwa pembakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kerusakan, kerugian, dan mudarat bagi masyarakat serta lingkungan hukumnya haram.
Menurutnya, ketentuan tersebut dapat menjadi pengingat moral bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.
Di sisi lain, Masrupah mengajak masyarakat memberikan dukungan kepada para relawan dan petugas yang berada di lapangan dalam penanganan karhutla.
“Kepada seluruh pihak, mari kita bantu dan dukung para relawan yang bekerja di lapangan. Mereka berjuang menjaga lingkungan dan membantu masyarakat. Dukungan kita, sekecil apa pun, tentu sangat berarti,” ujarnya.
Ia berharap kepedulian dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat, baik dalam mencegah karhutla maupun menghadapi berbagai dampak yang ditimbulkannya.
Melalui momentum HUT ke-31 KWT Tapin, Masrupah juga mendorong perempuan untuk menjadi bagian penting dalam menyebarkan edukasi positif, menjaga lingkungan, serta membangun komunikasi yang sehat di tengah masyarakat, termasuk melalui media sosial. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










