




Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kesehatan bertema “Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak” yang dibuka secara daring oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin.
Seminar ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para orang tua mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini. Masa bayi hingga balita merupakan periode emas yang menentukan kualitas kesehatan, pertumbuhan fisik, serta perkembangan mental dan sosial anak di masa depan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan bahwa peran orang tua menjadi faktor utama dalam memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tahapan usianya.
“Bayi dan balita berada pada fase pertumbuhan yang sangat pesat. Karena itu, orang tua perlu memahami bagaimana memantau pertumbuhan, memberikan stimulasi yang tepat, mengenali tanda-tanda keterlambatan perkembangan, hingga mengetahui kapan harus membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan. Edukasi seperti ini menjadi bagian penting dari upaya promotif dan preventif yang terus kami lakukan,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi balita stunting masih mencapai 21,5 persen, balita dengan gizi kurang sebesar 15,9 persen, dan balita wasting sebesar 8,3 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, terutama keluarga, dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Menurut Diauddin, pendekatan terhadap tumbuh kembang anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh secara optimal.
“Anak yang sehat bukan hanya dilihat dari kondisi fisiknya, tetapi juga dari perkembangan motorik, bahasa, perilaku, dan kesehatan mentalnya. Lingkungan keluarga yang aman, nyaman, harmonis, serta penuh kasih sayang menjadi fondasi penting dalam mendukung tumbuh kembang anak menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.
Melalui seminar ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pemenuhan gizi, pentingnya imunisasi, stimulasi perkembangan, hingga mengenali tanda bahaya (red flag) gangguan tumbuh kembang sehingga dapat segera dilakukan penanganan di fasilitas kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman orang tua mengenai potensi tumbuh kembang anak, mengenali berbagai permasalahan yang mungkin terjadi, serta mengetahui langkah yang tepat untuk memperoleh pelayanan kesehatan sedini mungkin. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan seluruh anak di Kalimantan Selatan dapat tumbuh sehat, bahagia, dan menjadi generasi penerus yang unggul.
Kegiatan ini turut didukung oleh Alaska Park Banjarbaru, Borneo Mini Water Park Banjarmasin, dan Bank Kalsel sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan anak. MC Kalsel/scw
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










