



H. Subhan Nor Yaumil resmi terpilih sebagai Ketua Umum Indonesia Cycling Federation (ICF) Kalimantan Selatan periode 2026–2030.
Subhan ditetapkan secara aklamasi setelah memperoleh dukungan dari ICF kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) ICF Kalsel di Banjarbaru, Rabu (26/8/2026).
Musprov tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal ICF Pusat Jadi Rajagukguk, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalsel.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Subhan menegaskan komitmennya membawa ICF Kalsel menjadi organisasi yang berprestasi, berbudaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Banua.
“Visi kita yaitu mewujudkan ICF Kalsel yang berprestasi, berbudaya, dan bermanfaat bagi masyarakat Banua, Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Subhan menyebutkan, kepengurusan periode 2026–2030 akan fokus pada tiga hal utama, yakni prestasi, event, dan masyarakat.
Di bidang prestasi, ICF Kalsel akan memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga atlet elite. Targetnya, atlet Kalsel mampu naik podium dalam berbagai kejuaraan, baik tingkat nasional maupun ajang yang diselenggarakan ICF Pusat.
“Harapannya kita melakukan pembinaan atlet, baik dari usia dini sampai usia elite. Target kita adalah naik podium di kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh ICF Pusat,” katanya.
Sementara di bidang event, ICF Kalsel berencana menghidupkan kembali event balap sepeda yang sebelumnya pernah digelar di daerah, seperti Tour de Loksado.
Menurut Subhan, event tersebut nantinya dapat dikemas kembali dengan nama yang disesuaikan, seperti Tour de Loksado, Tour de Banua, atau Tour de Meratus.
“Ini akan kami giatkan kembali agar sinergi dengan sport tourism di Provinsi Kalimantan Selatan bisa lebih dikenal di luar Provinsi Kalimantan Selatan, bahkan dunia,” jelasnya.
Selain itu, ICF Kalsel akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, komunitas sepeda, pihak swasta serta ICF kabupaten/kota. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaring atlet potensial dari daerah dan menciptakan pembinaan yang berkelanjutan.
Subhan mengatakan, proses penjaringan atlet berprestasi akan dimulai dari kabupaten/kota. Atlet potensial kemudian diseleksi di tingkat provinsi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut hingga mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyambut baik terpilihnya Subhan Nor Yaumil sebagai Ketua Umum ICF Kalsel.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus ICF pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“ICF ini tidak bisa di pusat bekerja sendirian. Perlu dukungan dari kabupaten/kota dan provinsi, karena atlet-atlet adanya di daerah,” kata Hasnuryadi.
Ia berharap kepengurusan ICF Kalsel yang baru tidak bekerja sendiri, tetapi mampu membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
“Kami berharap apa yang menjadi program tersebut bisa diwujudkan bersama dengan kerja kita bersama dan mengabdi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui olahraga, khususnya sepeda,” tuturnya.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal ICF Pusat Jadi Rajagukguk menjelaskan, Musprov ICF Kalsel digelar untuk memilih Ketua Pengurus Provinsi ICF Kalsel setelah kepengurusan sebelumnya telah berakhir.
Menurutnya, ICF Pusat mengambil alih kepengurusan sementara karena Musprov belum dilaksanakan. Proses tersebut kemudian mendapat rekomendasi dari KONI Kalsel, Pemerintah Provinsi Kalsel serta usulan dari ICF kabupaten/kota.
Ia menilai Kalsel memiliki potensi besar dalam cabang olahraga balap sepeda. Sejumlah atlet Kalsel dinilai mampu bersaing dalam kejuaraan nasional dan meraih prestasi.
Ia menyebut potensi tersebut tidak hanya berasal dari nomor road bike, tetapi juga mountain bike (MTB) yang telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi.
sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id










